Tukang Cukur yang Bersyukur

Sejak beberapa tahun saya punya tukang potong rambut yang hampir dapat dikatakan tempat langganan saya. Ia berasal dari Irak suku Kurdi. Saya tidak tahu apakah Kurdi bisa disebut suku.

Kolom: Bari Muchtar

Menurut Farhat, demikian namanya, dulu Kurdistan itu merupakan bangsa dan negara tersendiri, tapi kini ibarat kue tar dipotong-potong dan digabungkan ke dalam berbagai negara yakni Irak, Iran, Suriah dan Turki.

Itulah sebagian kecil dari ceritanya kalau sedang memotong rambut saya. Sudah lama saya berniat untuk menulis tentang dia tapi baru terwujud sekarang. Karena banyak ungkapannya yang cukup menarik untuk direnungkan.

Yang sering dibicarakannnya juga adalah peranan Amerika. Ia sangat percaya terhadap teori konspirasi yang mengatakan Amerikalah yang membuat Timur Tengah kacau untuk kepentingan dia sendiri.  Buktinya, katanya, Amerika menginvasi Irak bukan karena ada senjata kimia tapi hanya untuk menggulingkan Saddam Hussein. Akibatnya memang sang diktator jatuh, tapi Irak jadi kacau balau. Perang, entah yang kecil mau pun yang besar, terjadi di mana-mana. Itulah tujuan Amerika sebenarnya, katanya. Negeri Paman Sam ini sengaja menciptakan konflik atau perang untuk menguasai minyak dan menjual senjata. Suatu teori konspirasi yang sering saya dengar juga dari orang lain, sehingga kadang saya percaya juga.

Payahnya, orang di Timur Tengah itu bodoh dan tidak sadar mereka itu mau dipermainkan oleh negara-negara adikuasa seperti Amerika dan Rusia, katanya sambil menggunting rambut saya yang sudah banyak ubannya.  “Semua itu adalah permainan, ” simpulnya.

Selanjutnya ia bercerita tentang saudaranya yang tinggal di Amerika. Di sana sang saudara ini kini mempunyai pekerjaan yang lumayan berkat pendidikan tinggi yang berhasil diraihnya di negeri  itu. Dan kini si saudara ini sadar tentang hakikat Amerika. Bahwa negara adidaya ini memang ingin menguasai dunia terutama Timur Tengah. Semua yang dilakukan Amerika di sana adalah untuk kepentingan mereka sendiri. Dulu Amerika dan negara-negara Barat lain turun tangan di negara-negara Timur Tengah menyebarkan demokrasi. Tapi si tukang cukur tidak percaya itu. Amerika justru mau menguasai saja. Caranya dengan memecah belah, tambahnya. ISIS itu dibikin untuk memecah belah dan merusak Islam, simpulnya. Teori konspirasi ini juga sudah sering saya dengar. Walaupun sulit membuktikannya tapi saya cendrung juga sependapat.

Kemudian ia bercerita tentang sebuah dokumenter yang memperlihatkan prilaku para pejuang ISIS. “Saya melihat mereka pesta mabok-mabokan melakukan free seks dan lain-lain.” Dengan cerita ini, ia ingin membuktikan bahwa orang-orang ISIS itu bukan muslim yang benar.

Lalu apa kesimpulan dari analisis ecek-ecek ini semua? Ia kembali menyinggung saudaranya yang berkarir di Amerika tadi. Bahwa ia sering diajak pulang ke Kurdistan tapi ia tidak mau. Alasannya sebagai orang yang sudah lama tinggal di Amerika, ia tidak cocok lagi dengan mentalitas orang orang Timur Tengah. Dari contoh yang diberikannya saya dapat menyimpulkan bahwa orang di sana itu “gila hormat, gampang bertikai dan materialistis”. Dari ceritanya pula saya dapat menyimpulkan, karakter ini terutama dimiliki orang Arab. Menurut yang menurut pengamatan saya agamis sekali, prilaku kebanyakan muslim Arab tidak mencerminkan ajaran Islam.

Tanpa mengungkapkannya dengan tegas, ia dan saudara-saudaranya yang tinggal di Eropa termasuk Belanda sepertinya juga tidak akan pulang ke Kurdistan. Ia malah bersyukur tinggal di negeri Belanda, di mana orang yang bisa belajar, bekerja keras dan membina karir. Di Eropa dan Amerika menurut orang Kurdi yang tidak bisa berbahasa Kurdi ini, orang mempunyai kebebasan termasuk kebebasan beragama. Lagi-lagi saya sependapat dengan Farhat.

Tidak terasa proses cukur mencukur pun selesai. Bukan hanya kepala saya saja yang jadi ringan, tapi pikiran pun menjadi enteng. Karena beban saya yang ingin bercurhat tentang teori konspirasi ini menipis. Apa yang diceritakan si tukang cukur itu sebenarnya curhatan saya.

Terima kasih, wahai tukang cukur yang bersyukur.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s