Ilmuwan Belanda Menemukan Gen Penyebab Insomnia

©pixabay.com

Untuk pertama kali ditemukan gen yang bisa dihubungkan dengan penyakit tidak bisa tidur. Ini adalah hasil penelitian tim guru besar internasional di bawah pimpinan dua ilmuwan Belanda Danielle Posthuma dan Eus van Someren dari Vrije Universiteit Amsterdam. Hasil penelitian ditulis di majalah berwibawa Nature Genetics.

Menurut para peneliti upaya menuju penemuan penyebab biologis dari insomnia telah maju satu langkah. Menurut mereka pula, susah tidur itu ternyata bukan masalah kejiwaan seperti yang sering disebut selama ini.

Insomnia adalah penyakit yang sering muncul yang susah diobati. Para peneliti berharap, berkat hasil penelitian tersebut maka akan lebih jelas peranan komunikasi antara sel-sel otak pada saat orang susah tidur. Dengan demikian cara pengobatan bisa ditemukan.

Van Someren selanjutnya berharap, insomnia akan makin diakui sebagai penyakit.

Sekitar 113000 orang di berbagai negara diselidiki sehingga berhasil dilokalisir tujuh gen yang ikut berperanan dalam insomnia. Gen-gen itu misalnya berkontribusi pada proses dimana sel-sel melepaskan zat untuk berinteraksi dengan lingkungannya.

Para guru besar itu telah meneliti DNA dan diagnosa ribuan orang. Mereka berhasil mengaitkan informasi itu antara satu sama lain sehingga dapat memperlihatkan hubungan antara varian genetik dengan insomnia.

Juga ditemukan tumpang tindih genetik dengan gejala-gejala lain seperti gangguan kecemasan, depresi dan rasa kurang nyaman, yang sering muncul bersamaan dengan insomnia.

Namun meski penemuan dapat dinilai istimewa, tapi cara terapi orang-orang yang susah tidur untuk sementara belum akan berubah. Demikian pendapat guru besar psikofisiologi Gerard Kerkhof. “Terapi sekarang terutama masih terfokus pada perubahaan kebiasaan orang. Dampaknya cukup baik. Kita lihat saja bagaimana penemuan ini akan membawa sedikit perubahan.”

Kerkhof menyebut penemuan sebagai langkah pertama. “Lama baru kita bisa menawarkan terapi yang benar-benar terarah kepada penderita insomnia.”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s