Walikota Keturunan Migran Mengimbau Pembatasan Penampungan Pengungsi

Walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb
©Wouter Engler

Walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb, berpendapat jumlah kedatangan migran harus dikurangi karena kalau tidak dukungan masyarakat makin tipis. Belanda menampung pengungsi karena alasan solidaritas, namun Aboutaleb berpendapat solidaritas itu ada batasnya. “Solidaritas bukan berarti menambah jumlah imigran semaunya.”

Aboutaleb merupakan tokoh politisi kiri pertama yang mengeluarkan pendapat seperti itu. Soalnya selama ini partai-partai kiri dikenal sebagai pembela migran dan pengungsi. Menariknya, Aboutaleb sendiri adalah keturunan migran asal Maroko.

Ucapan Aboutaleb ini muncul pada saat dimulai lagi perundingan pembentukan kabinet baru yang dulu gagal justru terbentur masalah migran.

Menurut Aboutaleb, Eropa harus lebih giat memperbaiki kondisi hidup masyarakat di Afrika, sehingga mereka tidak cepat hijrah ke Eropa. “Ketimbang lebih banyak menampung pengungsi, kita lebih baik menambah bantuan pembangunan.” Aboutaleb mengusulkan dana untuk menampung pengungsi dialihkan untuk itu.

Namun demikian, Aboutaleb berpendapat pula, Belanda harus lebih terbuka terhadap migran yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Belanda.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s