Rutte tidak mau berkoalisi dengan Wilders

Perdana menteri Mark Rutte
©commons,wikimedia..org

Debat publik antara Perdana Menteri Belanda Petahana, Mark Rutte, dan rivalnya Geert Wilders, pemimpin partai populis PVV berlangsung sengit. Perdebatan sangat seru ketika topiknya mengenai Islam. Geert Wilders pernah berjanji kepada elektoratnya bahwa kalau memang ia akan melarang Al Quran.

Rutte pun menuding Wilders ingin membentuk  “koranpolitie” atau polisi Al Quran. Maksudnya polisi yang bertugas khusus mengawasi peredaran Al Quran. Rutte menuduh Wilders ingin merampas Al Quran dari rumah ke rumah. Namun Wilders mengatakan, tida akan ada polisi Al Quran dan ia telah mengatakan itu ratusan kali. Serta merta Rutte menyimpulkan: “ jadi sebenarnya janji palsu ya.”

Debat publik yang berlangsung sekitar setengah jam itu membicarakn selain soal migran dan Islam, tapi juga masalah ekonomi, dan pelayanan kesehatan. Tapi yang paling menonjol adalah masalah kemelut Belanda-Turki sekarang. Menurut Wilders, Rutte semestinya langung mengusir dubes Turki. “Kalau tidak, berarti kita rela dihina dan begitu juga polisi kita,” kata Wilders. Lalu Rutte mengatakan “Itulah bedanya antara mengirim twitter dari sofa di rumah dengan memerintah sebuah negara”.  Dalam hal ini Rutte menyindir Wilders yang sukanya mengirim twitter saja, sementara ia sebagai memerintah sebagai perdana menteri. Soal kemelut dengan Turki ini, Rutte tidak mau memperparah situasi.

Geert Wilders
© commons.wikimedia.org

Rutte juga mengatakan dirinya bingung kok Wilders dulu tidak mau mendukung perjanjian dengan Turki untuk mengurangi arus pengungsi. Wilders berpendapat, jalan untuk mengurangi jumlah pengungsi masuk Belanda adalah dengan menutup perbatasan Belanda. Rutte pun mengatakan, bahwa keinginan Wilders itu tidak realistis.

Pertanyaan terakhir adalah mengenai apakah Rutte yang dari partai liberal konservatif VVD itu mau berkoalisi dengan PVV. Dengan tegas Rutte menjawab, pihaknya tidak mau berkoalisi lagi dengan PVV. Rutte kapok karena dulu PVV pernah keluar dari koalisi.

Pemilihan anggota parlemen Belanda, de Tweede Kamer, akan digelar hari Rabu tanggal 15 Maret. Elektorat Belanda akan memilih 150 anggota parlemen dari 28 partai yang ikut serta.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s