Erdogan: Memalukan Belanda menolak kedatangan menteri Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
©de.wikipedia.org

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menilai keinginan pemerintah Belanda untuk mencegah menteri Turki berkampanye di Belanda dalam rangka referendum sebagai suatu hal yang memalukan.  Erdogan mengatakan keputusan Belanda itu diambil tidak didasarkan kemauan bebas. Tidak jelas apa yang dimaksudkannya dengan  bukan didasarkan kemauan bebas.

Tujuan polisi Turki ke luar negeri itu adalah untuk mengajak warga Turki di luar negeri agar mendukung penambahan kekuasaan bagi Erdogan dalam referendum tersebut.

Sementara itu Menlu Turki Mevlüt Cavusoglu menyatakan, bahwa Belanda disandera oleh Geert Wilders sehingga melarang kampanye politisi Turki.

Menlu Turki ini berencana untuk berbicara di dalam sebuah manifes politik pada 11 Maret di Rotterdam, tapi ini sangat ditentang pemerintah Belanda. Referendum tentang penambahan kekuasaan presiden Turki digelar bulan April mendatang.

Kalau Belanda takut, tindakannya akan menambah dukungan terhaadp Wilders, ia bisa berunding tentang itu. “Kalau Belanda memberi hal itu dengan baik kepada saya, maka saya bisa membantu, tapi kalau terlebih dahulu berbicara dengan media “tidak, ia tidak boleh datang” dan baru setelah itu berbicara dengan saya, tentu tidak bisa,” kata menlu Turki.

“Kami ingin berbicara dengan warga kami,”kata menlu Turki. Ia sangat tidak sependapat bahwa para pemilik hotel dan penyewa ruang pertemuan didesak untuk tidak menyediakan akomodasi dan diancam dengan tindakan polisi. Menurut dia, ini sepertinya suatu “penindasan sistematik”.

Menlu Belanda Bert Koenders, dalam tanggapannya mengatakan, ucapan pemerintah Turki itu “omong kosong”. “Saya harap agar pemerintah Turki tidak menyebar ketidakbenaran ini.”

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s