Tersangka teroris Belanda dituntut 42 bulan penjara

Bendera ISIS © de.wikipedia.org

Bendera ISIS © de.wikipedia.org

Tersangka teroris Belanda Martijn N. dituntut oleh Kejaksaan 42 bulan penjara, di mana dua belas bulan bersyarat, Rabu 8 Februari. Martijn pernah dua kali mencoba bertolak ke Suriah yang menurut Kejaksaan bertujuan untuk bergabung dengan organisasi teroris ISIS.

Pengadilan Latif, demikian nama Islam warga asal Den Haag berusia 23 tahun ini, digelar di gedung yang dijaga ketat De Bunker di Amsterdam.

Pada 2013 Martijn bersama seorang teman untuk pertama kali bertolak ke Suriah, tapi dicegat di Turki dan dikembalikan ke Belanda. Awal 2016 ia mencoba lagi. Ia berhasil naik pesawat dari Düsseldorf, Jerman, padahal dia tercatat sebagai tersangka teroris dan paspornya ditarik.

Karena terjadi gangguan telepon, surat perintah penangkapannya tertunda. Mengenai keteledoran ini, parlemen Belanda menggelar debat dengan Ard van der Steur, menteri Kehakiman saat itu.

Bulan Mei tahun lalu dia ditangkap otoritas Turki untuk kedua kalinya. Sebulan kemudian ia dideportasi ke Belanda.

Pemuda yang berayah Belanda dan beribu Tanzania ini, mulai memperdalam Islam ketika berusia delapan besar tahun. Menurut orang-orang di lingkungannya, ia makin lama makin keras dalam beragama. Ia sendiri menilai dirinya tidak fanatik, tapi ia mengatakan kepada hakim bahwa masyarakat yang menjalankan syariat Islam adalah lebih baik. “Saya lebih cendrung kepada penerapan hukum Islam,” katanya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s