Pemimpin gerakan anti Islam Belanda ditangkap

Edwin Wagensveld di demonstrasi di Apeldoorn ©Apdency

Edwin Wagensveld di demonstrasi di Apeldoorn
©Apdency

Polisi Belanda menangkap pemimpin gerakan anti Islam Pegida di kota Utrecht Ahad 5 Februari. Menurut jurubicara polisi, Edwin Wagensveld, demikian namanya, ditangkap karena ia berada di zona di mana demonstrasi dilarang.

“Dia berada di Janskerkhof untuk membacakan sebuah pernyataan yang ditujukan kepada media. Itu tidak boleh, makanya kami amankan,” kata jubir polisi.

Di sore hari Ahad waktu Belanda Wagensverld masih ditahan dan diintrogasi. Tidak jelas berapa lama ia akan ditahan.

Gerakan anti Islam Pegida sebenarnya diberi izin untuk berdemo di tempat lain. Setelah ditangkap, Wagensveld mengimbau pengikutnya untuk tidak berdatangan lagi.

Akhirnya hanya “segelintir” anggota Pegida yang hadir berdemonstrasi,” kata jubir polisi kepada Nu.nl. “Semua berjalan sangat lancar.”

Selain demonstrasi Pegida ini, ada juga demonstrasi yang menentang demo gerakan anti Islam ini. Menurut saksi mata, sekitar seratus lima puluh anggota “Utrecht bekent kleur” berkumpul. “Utrecht mengenal warna” ini merupakan organisasi yang membela diversitas.

Pada desmontrasi Pegida di Utercht Oktober tahun lalu, terjadi betrok antara pengikut Pegida dengan demonstran gerakan anti fasis.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s