Ahli Waris Penyandera Maluku Menuntut Kebenaran

Kereta yang dibajak dekat De Punt ©commons.wikimedia.org

Kereta yang dibajak dekat De Punt
©commons.wikimedia.org

Ahli waris dua warga Maluku yang dieksekusi saat pembebasan sandera dalam kasus penyanderaan kereta dekat De Punt, Belanda Utara, menuntut klarifikasi tentang penembakan mati kerabat mereka. Hal ini dikatakan mereka pada hari pertama sidang pengadilan di pengadilan Den Haag. Negara Belanda diminta pertanggung jawabannya atas terbunuhnya dua warga Maluku penyandera kereta tersebut.

“Beta menuntut kebenaran,” kata ibu dari penyandera Max Papilaja. “Mengapa beta punya anak dibunuh.”

Saudara lelaki dari Hansina Uktolseja, satu-satunya penyandera perempuan yang ditembak mati, ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi saat itu. “Penemuan kebenaran sangat penting bagi kami.”

Ibu dari Max Papilaja menuntut ganti rugi 20.000 euro. Saudara lelaki dari Hansina keduanya menuntut ganti rugi dari Negara Belanda senilai 17.500 euro.

Menurut para ahli waris, kerabat mereka dieksekusi oleh marinir dari dekat pada saat operasi penumpasan pembajakan kereta di tahun 1977 itu, padahal mereka sudah tidak berdaya lagi.

Pengacara ahli waris korban, Liesbeth Zegveld, mengatakan ada argumen kuat untuk membuktikan bahwa Negara Belanda mengeluarkan perintah untuk menembak mati para penyandera.

Pengacara Negara  mengatakan di pengadilan, operasi pembebasan sandera itu saat itu sah dan tidak ada tindakan kekerasan yang berlebihan.

Bulan Mei 1977 sembilan pemuda Maluku bersenjata menyandera kereta di dekat De Punt. Delapan lelaki dan satu perempuan menyandera lima puluh penumpang. Sekitar tiga minggu kemudian, penyanderaan diakhiri dengan pengerahan militer besar-besaran. Enam penyandera dan dua sandera tewas dalam operasi itu.

Remaja Maluku melakukan penyanderaan karena kecewa terhadap pemerintah Belanda yang tidak menepati janji untuk membantu mereka mendirikan Republik Maluku Selatan (RMS),

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s