Pemerintah Belanda ternyata memerintahkan eksekusi semua penyandera Maluku

Pengacara sang marinir ©NOS-journaal

Pengacara sang marinir
©NOS-journaal

Salah seorang marinir yang ditugaskan dalam operasi untuk mengakhiri penyanderan kereta yang dilakukan warga Maluku pada 1977 mengaku diperintahkan untuk membunuh semua penyandera.

Menurut marinir terkait, pemerintah Belanda saat itu menyampaikan keinginan tersebut dalam sebuah briefing menjelang operasi penyerangan kereta. Pernyataan sang marinir dibacakan oleh pengacaranya, karena ia tidak mau muncul di media.

Masyarakat Maluku di Belanda sudah lama mempertanyakan apakah para marinir saat itu memang diperintahkan untuk membunuh sebuah penyandera. Diskusi tentang ini sempat heboh pada 2013 ketika wartawan Jan Beckers berhasil mempublikasikan laporan otopsi.

Ternyata setidaknya dua orang penyandera bukan terbunuh oleh peluru dari luar kereta, tapi dieksekusi dari dekat. Juga ternyata bahwa para marinir menggunakan munisi khusus, apa yang disebut peluru hollow point.

Warga Maluku saat itu melakukan berbagai aksi seperti penyanderaan karena kecewa dengan pemerintah Belanda yang tidak memenuhi janjinya yaitu memulangkan mereka ke Maluku yang merdeka. Demikian diberitakan televise nasional Belanda NOS.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s