Izin tinggal ditolak tapi masih di tempat penampungan

Papan nama tempat penampungan pencari suaka ©flickr.com

Papan nama tempat penampungan pencari suaka
©flickr.com

Para pencari suaka yang sudah ditolak permohonan izin tinggalnya ternyata ada yang bertahun-tahun tetap tinggal di tempat penampungan khusus di Ter Apel, Belanda Utara. Padahal menurut aturan mereka hanya boleh ditampung di sana maksimal dua belas minggu. Demikian hasil penyelidikan yang dilakukan acara radio VPRO, Argos. Argos berhasil memperoleh data tentang hal ini.

Menurut Argos, yang akan menyorot penampungan pencari suaka, di bulan Mei tahun ini 45 dari 350 pencari suaka yang sudah ditolak permohonan izin tinggalnya lebih dari setahun tinggal di apa yang disebut Vrijheidsbeperkende Locatie (VBL) atau Lokasi Yang Membatasi Kebebasan. Seorang warga Irak yang berusia 34 tahun yang menggunakan kursi roda malah sudah delapan tahun tinggal di VBL. Alasannya karena pihak berwajib tidak bisa mengekstradisi mereka.

Menurut aturan, orang asing yang harus meninggalkan Belanda dipindahkan ke VBL di Ter Apel. Syaratnya harus ada kemungkinan untuk mengekstradisi mereka dalam kurun waktu dua belas minggu.

Kementerian Keamanan dan Kehakiman Belanda membenarkan adanya orang asing yang kadang-kadang lebih lama ditampung di VBL. Ini bisa terjadi kalau yang terkait tidak hengkang dari sana sementara dinas yang bertanggung jawab untuk mengekstradiksi DT&V tidak mau mengusir mereka karena risiko keamanan. Misalnya karena ada ancaman bunuh diri atau masalah kesehatan.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s