“Turki tidak boleh mencampuri urusan dalam negeri Belanda”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ©de.wikipedia.org

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
©de.wikipedia.org

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, mengatakan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa Belanda tidak akan mentolerir campur tangan Turki di dalam urusan dalam negeri Belanda. Demikian dikatakannya dalam pembicaraan telpon dengan presiden Turki.

“Tentu saja berbagai peristiwa yang terjadi di Turki bisa menyulut emosi. Tapi tidak wajar kalau ketegangan di negara lain menyebabkan insiden di Belanda. Saya beritahukan kepada Erdogan bahwa kita tidak mentolerir campur tangan Turki di dalam negeri kita dan saya juga meminta beliau untuk ikut mencegah hal itu. Tidak boleh ada adu domba antar kelompok di Belanda, “ tulis Rutte di di facebook.

Rutte mengatakan kepada Erdogan bahwa Belanda tidak setuju dengan niat Turki untuk menerapkan hukuman mati. Menurut perdana menteri Belanda, setelah gagalnya kudeta mliter, Turki justru berkesempatan untuk memperkuat demokrasi dan negara hukum. “Oleh karena itu adalah penting agar dampak kudeta harus diselesaikan dengan baik di mana kami menolak penerapan hukuman mati.”

Rutte sekali lagi menegaskan kepada Erdogan bahwa Belanda mengutuk kudeta militer yang mau menumbangkan tatanan demokrasi di Turki secara paksa. “Peristiwa ini sangat menggemparkan Turki. Lebih dari dua ratus orang meninggal dan parlemen dibombardir.”

Menurut Rutte, ia juga sepakat dengan Erdogan, bahwa Turki tetap merupakan mitra penting bagi Belanda, Uni Eropa dan NATO.

“Bukan dengan Turki saja, tapi kerjasama juga sangat penting untuk dibangun  dengan negara-negara lain di kawasan. Bukan hanya untuk membendung arus migrasi, tapi juga untuk memerangi terorisme. Kita mematuhi janji dan kami harap agar Turki juga berbuat yang sama.”

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s