Perdana Menteri Rutte menghadiri peringatan pembebasan Hindia Belanda

Indisch Monument Foto: F.Eveleens

Indisch Monument
Foto: F.Eveleens

Perdana menteri Belanda, Mark Rutte, meletakkan karangan bunga di Indische Monument di Den Haag pada saat peringatan pembebasan Hindia Belanda (nama Indonesia di zaman Belanda). Di monumen Indis ini tiap tahun sekitar 20.000 korban pendudukan Jepang diperingati.

Tema peringatan tahun ini adalah kerinduan akan tanah air yang sudah tiada lagi. Banyak orang terpaksa meninggalkan rumah mereka pada saat dan sesudah perang di Hindia Belanda dan sampai sekarang masih merasa kehilangan kampung halaman.

Frans Leidelmerijer, seorang pakar warisan seni berdarah Indo yang juga merupakan selebriti televisi Belanda, bertindak sebagai pembicara. Ia lahir di Bandung dan di zaman pendudukan Jepang ia termasuk orang-orang yang tidak dimasukkan di tahanan Jepang. Kehidupan mereka sangat susah kala itu.

Berbagai karangan bunga diletakkan untuk mengenang sejumlah warga Belanda yang menjadi tawanan perang.

Pemerintah Belanda, ketua Parlemen dan Senat dan wakil-wakil dari negara-negara yang terlibat perang di Asia Tenggara juga meletakkan karangan bunga. Selain itu juga dilakukan pengheningan cipta mengenang korban perang di Hindia Belanda.

Penyanyi Blaudzun mengumandangkan lagu Wolf’s Behind the Glass. Ayahnya pernah bermain di grup rock Indo. Lagu itu dipersembahkannya untuk neneknya yang pernah ditahan di kamp Jepang.

Di akhir acara ribuan hadirin memberikan kehormatan di depan monumen.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s