Waterleidingmaatschappij Drenthe (WMD) mungkin akan keluar Indonesia

©RTV Drenthe

©RTV Drenthe

Waterleidingmaatschappij Drenthe (WMD) mengalami kerugian dalam investasinya di Indonesia. Kerugiannya kira-kira 13 juta euro. Demikian diumumkannya Selasa lalu. Direktur Sementara WMD, Peter Glasbeek, mengisyaratkan pihaknya akan mengurangi secepat mungkin kegiatannya di Indonesia.

Di siaran pers di websitenya, WMD menyatakan saat ini sedang dilakukan analisis tentang kegiatan di Indonesia. WMD menyatakan bahwa perusahaannya sehat dan kegiatan utamanya baik-baik saja. “Kerugian keuangan ini tidak bakal berdampak langsung terhadap tarif air para klien.”

Pada 2014 sebuah komisi penyelidikan menyimpulkan bahwa kegiatan WMD di Indonesia tidak jelas dan harus dihentikan.

Proyek-proyek di Indonesia menelan biaya sekitar 40 juta euro, yang 25 persen dibayar oleh Kemenlu Belanda. Proyek-proyek tersebut antara lain dijalankan di Maluku, Sulawesi Utara, Papua dan Aceh.

Beberapa pihak sudah lama mengetahui bahwa WMD mengalami kesulitan di Indonesia. Pada 2005 direktur lama Karst Jan Hoogsteen Hoogsteen mengatakan kepada Het Financieel Dagblad (Fd.nl) bahwa WMD banyak mengalami rintangan dari penguasa dan PDAM di Sulawesi.
Mereka menghalangi turut campur dari Drenthe, Belanda, karena Hoogsteen konon menolak menyogok.

Sumber: fd.nl

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s