Peringatan operasi pembebasan sandera KA di De Punt

Sabtu tanggal 11 Juni sekitar enam ratus orang warga menghadiri peringatan operasi pembebasan sandera kereta di dekat De Punt pada Mei 1977. Pada tahun 1977 itu Belanda dicekam oleh aksi penyanderaan kereta cepat Intercity jurusan Assen-Groningen tersebut.

Setelah perundingan gagal, peyanderaan itu berakhir dengan operasi kekerasan besar-besaran. Enam penyandera dan dua penumpang kereta yang tak berdosa meninggal.

Anggota pemerintahan Republik Maluku Selatan (RMS) dan berbagai organsisasi politik meletakkan karangan bunga. Pada peringatan itu juga generasi muda Maluku hadir, karena mereka harus meneruskan cita-cita.

Penyanderaan itu terjadi dilatarbelakangi oleh rasa ketidakpuasan dan radikalisasi remaja Maluku saat itu. Sebagian merasa tidak diakui. Karenanya mereka memperjuangkan kemerdekaan Maluku Selatan dan menuntut Belanda untuk berusaha lebih banyak  untuk mewujudkan cita-cita ini.

Ahli waris dari dua remaja Maluku penyandera yang ditembak mati tahun lalu mengumumkan akan menggugat Negara Belanda di muka hakim. Menurut mereka penyandera Max Papilaja dan Hansina Uktolseja dieksekusi oleh marinir padahal mereka luka berat dan tak berdaya.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s