Belanda kurangi tunjangan sosial buat orang yang tinggal di Maroko

Lodewijk Asscher ©Katarzyna Czerwińska

Lodewijk Asscher
©Katarzyna Czerwińska

Maroko akhirnya menyetujui perubahan perjanjian tunjangan seosial dengan Belanda yang sudah berumur hampir empat puluh tahun. Beberapa minggu lalu, sebelum Den Haag sempat membatalkan perjanjian tersebut, pemerintah dari Rabat mencoret tuntutan tambahan dalam perjanjian itu.

Perjanjian yang sudah diubah tersebut akhirnya ditandangani oleh Maroko. Demikian dilaporkan menteri Sosial Belanda, Lodewijk Asscher, Ahad, 5 Juni. Dengan demikian terhitung 1 Oktober nanti, tunjangan sosial warga Belanda-Maroko yang tinggal di Maroko diturunkan nilainya. Perundingan perubahan perjanjian ini sangat alot.

Menteri Asscher selama ini mau menurunkan tunjangan kepada warga yang pulang ke Maroko, supaya sesuai dengan taraf kehidupan di sana.
Akhir September tahun lalu sepertinya akan tercapai kesepakatan, tapi tiba-tiba Maroko mengajukan usul baru. Maroko mengusulkan agar orang-orang yang tinggal Sahara Barat juga diberi tunjangan. Tapi Belanda tidak setuju.

Nah sekarang tuntutan Maroko yang ini sudah ditarik.

Namun ada beberapa perubahan di dalam pernjanjian ini. Demikian diberitahukan Asscher kepada Parlemen. Pertama akan ada kompensasi keuangan buat sejumlah orang yang menerima tunjangan anak dan bagi orang yang separoh cacad. Kedua ada kesepakatan untuk melakukan penyelidikan kekayaan orang-orang penerima tunjangan dari Belanda yang tinggal di Maroko.

Selama ini terutama partai liberal konservatif VVD, yang juga merupakan partai koalisi pemerintah, mengusulakan agar perjanjian tunjangan sosial dengan Maroko diputus saja kalau Maroko tidak setuju dengan perubahan perjanjian tadi. Namun partai koalisi lain, partai buruh PvdA, tidak setuju dengan pembatalan perjanjian, tapi tetap menginginkan perubahan. Menlu Belanda, Bert Koenders, juga memperingatkan kalau perjanjian dibatalkan, maka hal ini akan mempertegang hubungan kedua negara.

Jumlah tunjangan dari Belanda yang dikirim ke Maroko tiap tahunnya sekitar puluhan juta euro.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s