Tong Tong Fair simbol kesinambungan budaya Indo di Belanda

Crazy Rockers Tong Tong Fair ©flickr.com

Crazy Rockers Tong Tong Fair
©flickr.com

Mulai tanggal 28 Mei sampai 5 Juni 2016 Tong Tong Fair kembali digelar di kota Den Haag. Belanda. Event yang dulu bernama Pasar Malam Besar ini diselenggarakan di Maliveld, sebuah lapangan besar di ibu kota pemerintah Belanda itu. Penggagas Tong Tong Fair adalah orang Indo. Indo di sini bukan singkatan Indonesia, tapi adalah orang Hindia Belanda, nama Indonesia di zaman Belanda, dan keturunannya.

Banyak orang menilai orang Indo atau Indis akan menghilang di muka bumi, karena Hindia Belanda sudah tidak ada lagi dan telah menjadi Indonesia. Restoran Indo yang termasuk paling tua di Belanda yaitu Tampat Senang sudah ditutup. Namun sejarawan Florine Koning menyangkal. “Salam kaprah kalau menyimpulkan, dengan ditutupnya restoran Tampat Senang di Laan van Meerdervoort yang hampir berusia 100 tahun itu merupakan kematian budaya kuliner Indo, apalagi sebagai kematian budaya Indo,” kata Florin seperti dikutip het Algemeen Dagblad. Menurut penulis buku “De Pasar Malam van Tong Tong, een Indische onderneming (Pasar Malam Tong, sebuah perusahaan Indo), orang Indo mengikuti zaman.
“Budaya Indo masih hidup dan dinamis, sama seperti budaya-budaya lain. Siapa tidak dinamis akan kehilangan hak hidup. Sebagai pengganti Tampat Senang sudah muncul toko-toko yang ditata ketat.”

Bobby Dessauvagie, musisi Indo dan “Godfather” pembaruan

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s