Pattimura dan AJ Patty pahlawan melawan Negara Perompak.

Sam Pormes ©kompasiana.com

Sam Pormes
©kompasiana.com

Di mana-mana di Belanda dilakukan peringatan 65 tahun keberadaan warga Maluku di negeri bekas penjajah ini. Dalam rangka ini patut juga untuk mengenang trauma perang. Apakah wajar Belanda pasca kolonial juga pernah “salah”?

Perdebatan tentang masa lalu kolonial Belanda makin sengit terjadi, juga karena belakangan makin munculnya fakta mengenai eksekusi. Namun fakta-fakta ini dianggap bukanl fakta, tetapi peristiwa-peristiwa yang inheren dengan kolonialisme. Masa lalu kolonialisme, dan terutama kekerasan kolonial, merupakan bagian dari citra diri nasional. Warga Maluku di Belanda diam ketakutan.

Bukankah KNIL (Tentara kolonial Belanda, red) dulu merupakan bagian dari aparat penindas dan mesin pembunuh penjajah. Peranan yang dipegang generasi pertama warga Maluku di Belanda saat itu malah dihindari dengan sederetan pujian dan respek. Rasa pedih yang sudah berdasawarsa itu ditekan.
Halaman hitam sejarah memang sulit untuk dibicarakan.

Roofstaat
Baru-baru ini terbit buku Roofstaat. Jumlah halamannya lebih dari tujuh ratus. Kurang mengundang untuk dibaca. Buku ini merupakan kumpulan dari apa yang diceritakan oleh berbagai warga Belanda dan Maluku tentang yang pasti mereka ketahui, tapi tidak tahu selanjutnya mau diapakan.

Bagaimana masyarakat semestinya menyikapi masa lalu kolonial hanya terbatas pada memperlihatkan pria-pria berseragaman KNIL dan kadang-kadang berdiri dan duduk dengan senjata praperang. Tapi di mana ada penindasan, pemerasan dan kolonialisme di sana juga ada anti kolonialisme. Ada juga sejarah perjuangan, pembebasan dan emansipasi.

Pattimura2Pattimura
Tidaklah aneh kalau gerakan emansipasi generasi kedua dan ketiga Maluku di Belanda bernama Pattimura. Terlepas dari pertanyaan apakah Pattimura muslim atau kristen. Atau apakah ia lahir di Hualoy atau Haria. Atau apakah namanya Thomas Matulessy atau Ahmad Lussy.

Secara umum Pattimura diakui sebagai pemimpin yang menentang penjajahan Belanda. Belanda saat itu berusaha keras untuk menjinakkan hatinya. Wajar kalau Pattimura diakui oleh Indonesia sebagai pahlawan. Sebagai pahlawan melawan Negara Perompak Belanda. Pattimura hidup di abad ke-19.

Pada abad 20 kolonialisme masih meraja lela. Dipelihara oleh politik pecah belah. Dengan menciptakan pertentangan antara umat kristiani dan muslim.
Satu kelompok diberi akses pendidikan sementara yang lainnya dikucilkan. Menciptakan garis pemisah etnis dengan melebihkan ganjaran kepada satu kelompok dibanding kelompok lain. Dengan cara ini Negara Perompak berhasil membuat satu kelompok merasa sederajat dengan Belanda.

Tapi terhadap ini juga muncul perlawanan di abad kedua puluh. Alexander Jacob Patty lahir pada 15 Agustus 1901 di Nolloth. Keluarganya termasuk orang yang dihormati. Makanya ia bisa masuk sekolah Eropa di Saparua dan kemudian kuliah di kedokteran. Karena pendapatnya yang tegas tentang penjajah Belanda.

Sarekat AmbonPatty
Ia pun merantau ke Jawa dan di sana melihat bagaimana tentara KNIL asal Maluku dihina dan didiskriminasi serta disalahgunakan. Pada 9 Mei 1920 ia mendirikan Patty de Sarekat Ambon. Banyak tentara KNIL bergabung. Negara Perompak Belanda merasa terancam. Empat tahun kemudian Patty dipilih di Ambon Raad (Dewan Ambon, red). Ia pun menentang kebijakan kolonial Belanda dan peranan yang diberikannya kepada Serikat Para Bupati dan KNIL. Atas permintaan Serikat Bupati, Patty pun ditangkap, divonis dan diasingkan di Bengkulu dan Boven Digoel.

Debat publik
Seusai perang Patty menjadi salah satu teman seperjuangan Sukarno. Pattimura dan AJ Patty. Menentang penjajahan. Menentang Negara Perompak Belanda. Pahlawan nasional Indonesia. Sejarah AJ Patty dan Pattimura merupakan landasan untuk menulis sejarah yang diakui oleh semua warga Maluku dengan memperhatikan perbedaan perspektif baik dari pihak penjajah maupun yang dijajah. Kalau warga Maluku setelah 65 tahun bisa berdamai dengan sejarahnya, maka mungkin akan terjadi debat pulbik yang sangat diperlukan.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s