Belanda naik banding dalam kasus ganti rugi perempuan Indonesia

Pengacara HAM Liesbeth Zegveld

Pengacara HAM Liesbeth Zegveld

Negara Belanda naik banding terhadap vonis pengadilan Belanda yang menyatakan Belanda bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan seorang perempuan oleh lima tentara Belanda di Hindia Belanda (nama Indonesia di zaman Belanda). Ketika diperkosa oleh tentara Belanda pada Februari 1949 Ibu Tremini berusia delapan belas tahun.

Pengacaranya, Liestbeth Zegveld, menuntut ganti rugi senilai 50.000 euro (sekitar750 juta rupiah) untuk perempuan yang kini sudah lansia ini. Januari Pengadilan di Den Haag menetapkan ganti rugi senilai 7500 euro atau sekitar 112 juta rupiah).

Kementerian Pertahanan Belanda menekankan, naik banding ini bukan dari segi moral dari kasus pemerkosaan.
“Ibu Tremini akan menerima ganti rugi yang sudah ditetapkan pengadilan,” kata seorang jurubicara. “Vonis hakim tesebut bisa berdampak jauh bagi kasus-kasus lain yang mana Negara naik banding berdasarkan kekadaluarsaan. Oleh karena itu Negara menilai sangat penting untuk naik banding.”

Keputusan pengadilan di Den Haag tersebut merupakan vonis pertama kali tentang kejahatan perang yang bukan berbentuk eksekusi. Pengadilan memutuskan bahwa ibu Tremini terbukti diperkosa oleh beberapa orang tentara yang mengancam dengan senjata.
Pemerkosaan ini terjadi saat operasi pembersihan di desa Peniwen, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pada tanggal 19 dan 20 Februari desa yang berpenduduk kristen ini menjadi ajang operasi pembersihan tentara Belanda.
Kala itu tentara Belanda menembak mati tiga orang perawat Palang Merah dan dua orang pasien di rumah sakit setempat. Setelah itu tentara Belanda juga membunuh sejumlah penduduk. Beberapa perempuan pun diperkosa. Ibu Tremini sampai saat ini masih tinggal di desa Peniwen.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s