Banyak ruang sekolah dasar Belanda kosong

Sudah sejak lama jumlah siswa Sekolah Dasar (SD) di Belanda berkurang. Pemerintah Belanda mengurangi subsidi untuk sekolah, karena harus menghemat. Menurut penelitian Daniël Vos dari Universitas Teknik (TU) Delft, 8 persen ruangan sekolah terhitung kosong.

SD di Belanda mendapat dana pemerintah berdasarkan jumlah murid. Jadi, banyaknya ruang sekolah yang kosong merupakan beban bagi sekolah, karena ongkos listrik, pemanas dan beaya pembersihan lokal dan sebagainya harus dibayar. Tiap tahunnya sekolah dasar di Belanda secara total menghabiskan dana antara 6,7 dan 17,5 juta euro akibat banyaknya ruangan terbenkalai. Dana ini tidak bermanfaat bagi sektor pendidikan.

Rinda den Besten dari PO-Raad, badan yang menggeluti fasilitas pendidikan di Belanda, mengatakan, sebenarnya angkanya lebih dari 8 persen. “Di beberapa daerah malah 20 persen,” katanya seperti dikutip koran Trouw.

Daniël Vos menganjurkan agar dana pemeliharaan gedung dan lokal jangan dikurangi.

Selama ini diduga banyak terbengkalainya ruang sekolah itu hanya terjadi di pedalaman Belanda saja. Di pedalaman Belanda jumlah anak-anak berusia sekolah dasar meamang berkurang drastis. Tapi ternyata di kota-kota besar banyak juga sekolah yang kekurangan murid, sehingga banyak juga ruangan yang kosong. Hal ini terutama dialami oleh sekolah-sekolah umum. Di sekolah-sekolah khusus, misalnya sekolah-sekolah yang berbasis agama, tidak begitu banyak ruangan kosong.

Menurut aturan, beaya gedung dan fasilitas sekolah ditanggung oleh pengurus sekolah masing-masing.

Untuk mengatasi gejala kekosongan ruangan ini, Den Besten dari PO-Raad tadi, mengusulkan agar aturan itu diubah sehingga tanggung jawab pendanaannya dipindahkan ke pundak pemerintah kota.

Di kota-kota besar di Belanda, banyak sekolah dasar yang menyewakan ruangannya untuk dijadikan tempat penampungan anak-anak atau kantor bagi para pengusaha kecil. Tapi desa-desa di Belanda yang rumah-rumah jompo dan perpustakaannya juga ditutup, ini adalah masalah besar. Pemerintah desa bingung mau diapakan gedung-gedung kosong tersebut.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s