Atina, toko Indonesia di Belanda yang rapi

Toko dan restoran Indonesia makin banyak jumlahnya di Belanda. Tidak lama berselang restoran CUCU, yang terutama menyajikan makanan khas Maluku resmi dibuka di Zwijndracht, dekat Rotterdam.

Atina2Menjelang Natal dan Tahun Baru, seperti biasanya menghadapi hari-hari besar dan libur, banyak warga di Belanda memperhatikan makanan, termasuk makanan Indonesia. Berbicara soal makanan Beritabelanda.wordpress.com menjadi tertarik untuk mengunjungi Toko Atina di Lelystad.

Toko yang terletak di sebuah pusat belanja di Lelystad ini tempatnya cukup stragis, karena dari tempat parkir mobil sudah terlihat jelas. Berbeda dengan banyak toko Indonesia di Belanda, interior toko ini rapi, tidak semraut.

2014-12-23 12.11.53“Kami buka toko ini belum sampai empat tahun,” kata pemilik toko, Ina Suwito. Tapi ini tidak berarti bahwa perempuan asal Jawa Timur ini baru saja menggeluti bisnis makanan Nusantara. Bersama suaminya, John Sadikrama, sekitar 19 tahun lalu ia pernah mengelola sebuah toko/warung di dekat pasar terkenal Albert Kuip di Amsterdam. Toko ini mereka ambil alih dari orang tuanya John.

Tapi karena anak-anak mereka masih kecil, yang banyak memerlukan perhatian orang tua, akhirnya warung di Amsterdam itu dijual. “Setelah lima belas tahun kangen lagi,” kata Ina. Makanya mereka buka toko di Lelystad ini sekitar empat tahun lalu.

roti2Toko ini selain menjual produk dan makanan Indonesia, juga makanan Suriname seperti roti. Tapi ini bukan sembarang roti seperti yang kita kenal di Indonesia. Ini adalah roti yang mirip panekuk yang dimakan dengan berbagai lauk-pauk. Tapi tidak semua makanan Indonesia dijual. Misalnya tidak ada soto, bakso, siomay dan gudeg.“Orang Belanda nggak suka gudeg,” jelas Ina.

Ina menceritakan, pengunjung tokonya kebanyakan orang Belanda bule. Orang Indonesia asli, orang Suriname dan orang Indo (warga berdarah campur Indonesia-Belanda) tidak begitu banyak. Karenanya makanannya agak disesuaikan dengan selera orang Belanda awam. Lalu orang Belanda yang tidak menyukai makanan Indonesia tertentu disuruhnya mencicipi. Lama kelamaan mereka suka. “Misalnya lemper. Setelah mereka cicip, dan terasa enak, lalu mereka datang lagi,” tandas Ina.

ruangtokoMeski banyak sukanya, tapi dukanya juga ada sebagai pemilik toko atau sebagai pengusaha yang terjun langsung. “Tidak ada istirahatnya. Kita harus kerja terus,” katanya.

Oleh karena itu perempuan paruh baya ini ingin mengurangi kegiatannya di toko secara perlahan-lahan “Sekarang kami mau mengurangi kegiatan,” katanya. “Kalau bisa, nanti yang bekerja karyawan saja. Kita tinggal datang mengontrol,” katanya.

Langkah pertama yang mau diambil di tahun 2015 nanti adalah mengurangi hari buka toko. Toko tidak akan buka tiap hari, tapi hanya enam hari per minggu.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s