Politisi Anti Islam Belanda Wilders Digugat Lagi

Kejaksaan Belanda mendakwa Geert Wilders dengan tuduhan melakukan diskriminasi. Pada pemilihan lokal beberapa saat silam politisi anti Islam ini mengimbau untuk mengurangi jumlah migran Maroko di Belanda.

Dalam pidatonya ia bertanya kepada para pengikutnya apakah mereka mau menambah atau mengurangi (minder) jumlah orang berasal di negara Afrika Utara ini. Pengikutnya pun ramai-ramai mengatakan: “minder minder” yang terjemahan bebasnya: “kurangi kurangi”.

Saat kampanye pada tanggal 12 Maret Wilders juga mengatakan bahwa Den Haag hendaknya menjadi kota yang berkurang bebannya dan kalau bisa juga berkurang jumlah orang Maroko-nya.

Sebagai reaksi dari ucapan itu, 6400 orang warga Belanda mengadukan Wilders ke kepolisian. Pada 9 Oktober Kejaksaan mengumumkan, Wilders akan menjadi tersangka.

Di website PVV, partai yang dipimpinnya, Wilders menulis tanggapannya: “Untuk kedua kalinya orang mau menyingkirkan seseorang yang membicarakan kebenaran. Adalah keberutalan bahwa saya harus berhadapan dengan hakim gara-gara hal ini. Kejaksaan mestinya mengurusi para jihadis, ketimbang mengurusi saya.”

Menurut Wilders, gugatan terhadap dirinya ini bermotif politik. “Hasil jajak pendapat menunjukkan PVV sekarang partai terbesar. Ini tidak disukai para elit.” Selain itu politisi ini menegaskan, bahwa ia hanya menentang Islam sebagai ideologi totaliter kejam yang menebar maut dan kehancuran.”

Minggu lalu, pada 8 Desember, politisi Belanda yang berdarah campur Indonesia ini dimintai keterangan. Saat itu pria berambut pirang ini hanya mengeluarkan pernyataan dan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pihak berwajib. Dalam pernyataan itu Wilders mengatakan, ia tidak akan mencabut ucapannya. Setelah introgasi tersebut maka Kejaksaan memutuskan untuk mendakwa politisi yang selalu dikawal ini. Belum jelas kapan sidang pengadilan pertamanya akan digelar.

Beberaap tahun lalu Wilders juga diadili atas tuduhan menyinggung perasaan umat Islam, menyulut kebencian dan diskriminasi. Namun ia divonis bebas.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s