Keluarga Belanda Ditolak Tinggal di Kampung Maluku

Kampung Maluku di kota Hoogeveen, provinsi Drenthe, Belanda Utara heboh. Masalahnya ada keluarga Belanda yang akan menghuni sebuah rumah yang terletak di kawasan yang dulu memang diperuntukkan khusus untuk warga Maluku itu. Warga Maluku pun memprotes karena mereka tidak mau menerima “orang luar”.

Rumah tersebut sedang direnovasi. Senin mendatang penghuni baru direncanakan mulai tinggal di sana. Demikian keterangan juru bicara pihak penyewa rumah Domesta. Tapi malam kemarin kaca depan rumah di Ebbingestraat itu ditulisi dengan slogan-slogan seperti “Kawasan Maluku” dan “Hanya Untuk Orang Maluku”.

Sammy de Lima, seorang warga Maluku penghuni pemukiman itu, mengeluarkan unek-uneknya. “Domesta bermain kotor. Pemukiman ini dibangun 51 tahun untuk orang Maluku. Dan kami mau pertahankan seperti itu. Kami mempunyai adat istiadat sendiri, orang lain tidak boleh masuk. Perasaan masyarakat di sini harus dipertimbangkan. Mereka tidak boleh merampas warisan Maluku kami.” Menurut Sammy de Lima, semua penduduk di pemukiman mendukung dia.

Menurut de Lima komite penduduk telah mengontak Domesta dan mengatakan akan bertindak keras kalau perusahaan penyewa rumah itu tidak berbuat. “Saya berani mengatakan, akan terjadi aksi keras. Kami tidak takut dan pantang mundur. Saya sudah mengasah golok. Domesta mempermainkan kehidupan orang. Mungkin ucapan saya ini keras, tapi apa yang dilakukan Belanda di Maluku dulu, itu baru benar-benar keras.”

Seorang karyawan Domesta mengatakan dia kaget mendengar berita tentang aksi tersebut. “Kami belum pernah mengalami hal seperti ini di Hoogeveen.” Pria ini menambahkan, majikannya akan mengadu ke pihak yang berwajib.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s