Imam Belanda Diancam Dibunuh dan Penelitian Islamofobia

Bukan hanya Wilders saja yang diancam dibunuh, tapi seorang ustad asal Maroko juga mengalami apa yang dialami politisi anti Islam tersebut. Rotterdam akan menggelar penelitian Islamofobia. Demikian dua berita yang menonjol belakangan di Belanda sehubungan dengan muslim di negeri kincir angin ini.

Di Regio Rotterdam-Rijnmond, kawasan di seputar kota Rotterdam, akan digelar penelitian tentang islamofobia. Penelitian itu diselenggarakan oleh RADAR, sebuah lembaga anti diskriminasi, dan Yayasan Platform Organisasi Islam Rijnmond atau Stichting Platform Islamitische Organisaties Rijnmond (SPIOR).

Penelitian antara lain akan diselenggarakan di sekitar tiga puluh organisasi Islam di kawasan.
Menurut direktur RADAR, Cyriel Triesscheijn, kebencian terhadap muslim kurang diperhatikan dibandingkan dengan kebencian terhadap Yahudi. Penelitian hendaknya diselenggarakan tiap tahun, sehingga bisa diketahui apakah kebencian terhadap muslim bertambah atau berkurang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Yayasan Anne Frank beberapa saat silam, kebencian terhadap Yahudi atau antisemitisme di sekolah-sekolah Belanda, stabil. “Islamofobia bertambah,” jelas pemimpin SPIOR, Marianne Vorthoren.

Terlepas dari penelitian terhadap Islamofobia, ancaman terhadap imam yang kritis terhadap kelompok muslim radikal bertambah. Imam atau ustad asal Maroko, Yassin El Forkani kemarin mengumumkan akan berhenti berceramah dan khotbah sehubungan dengan berbagai ancaman terhadap dirinya oleh remaja muslim radikal.

“Ini pukulan di wajah kita semua,” tulis organisasi muslim Maroko di Belanda (SMN) dalam sebuah pernyataan pers. “Ancaman seperti ini pada hakikatnya adalah serangan dan ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan beragama.”

SMN menegaskan pihaknya mendukung El Forkani dalam “perjuangannya melawan kebencian dan kekerasan yang berasal dari kalangan ekstremis”. SMN juga mengimbau masyarakat Belanda dan umat Islam di Belanda khususnya agar juga mendukung El Forkani dalam perjuangannya menegakkan toleransi.

Kepada politisi dan pemerintah Belanda SMN meminta agar menanggapi dengan serius suara-suara kritis umat Islam tentang radikalisasi dan ekstremisme dan juga agar memberikan perlindungan. Selama ini banyak kalangan di Belanda menilai muslim moderat Belanda kurang tegas sikapnya terhadap kelompok muslim ekstremis dan radikal.

Tahun lalu SMN juga pernah menyerukan imbauan yang sama setelah El Forkani dan tokok Islam Belanda lainnya, Ibrahim Wijbenga, diancam.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s