Evakuasi Sisa-sisa Jasad korban MH17 dari Ukraina

Tim Repatriasi Belanda Jumat 31 Oktober lalu kembali berhasil mengevakuasi sisa-sisa jasad korban pesawat MH17 di Ukraina Timur. Demikian tegas perdana menteri Belanda Mark Rutte dalam jumpa pers mingguan Jumat 31 Oktober kemarin.

Kondisi di kawasan saat itu kondusif sehingga tim dari Belanda bersama dengan Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa (OSCE) di bawah pimpinan dinas bencana lokal bisa mendatangi tempat bencana di Ukraina Timur.

Sisa-sisa jasad yang ditemukan di tanah lapang tempat rongksokan pesawat terbakar, akan diangkut ke kota Kharkov, sesuai protokol. Setelah pemeriksaan pertama, sisa-sisa jasad itu akan diangkut ke Belanda. Sisa-sisa jasad itu akan disambut dengan upacara yang sama seperti korban-korban lain yang sudah tiba di Belanda lebih dahulu di musim panas lalu.

Sementara itu lima jenazah lagi telah diidentifikasi. Empat dari mereka berkebangsaan Belanda. Sampai sekarang 289 jenazah sudah teridentifikasi dari jumlah penumpang 298 orang.

Minggu belakangan kabinet Belanda dikritik. Rabu 29 Oktober lalu program tv Nieuwsuur melaporkan bahwa sebenarnya pemerintah Ukraina tidak bakal berkeberatan andaikan Belanda pada hari-hari pertama setelah pesawat jatuh, mau berbicara dengan pihak pemberontak di Ukraina Timur supaya diizinkan mengunjungi tempat bencana.

Namun perdana menteri Rutte membantah berita itu. “Ukraina tidak setuju kalau kami berbicara dengan kelompok separatis,” katanya. Sebelumnya menlu baru Belanda Bert Koenders mengecek berita itu lewat telpon dengan sejawatnya dari Ukraina. Dan ternyata pemerintah Ukraina memang berkeberatan kalau Belanda berbicara dengan pihak pemberontak.

Sejak bencara terjadi dan sampai sekarang, tempat jatuhnya MH17, berada di bawah kekuasaan kelompok separatis. Ini mempersulit untuk merepatriasi sisa-sisa jasad dan hak milik para korban.

Perdana menteri menambahkan, Belanda sejak awal tidak mau berunding dengan pihak pemberontak untuk diizinkan memasuki tempat bencana, bukan hanya karena Kiev tidak setuju, tapi juga karena Belanda tidak mau diperas. Pemberontak dikhawatirkan bisa menuntut uang sebagai imbalan untuk bisa memasuki kawasan bencana. Atau pemberontak pro Rusia itu bisa saja memaksa untuk mencabut sanksi terhadap Rusia. Demikian Rutte.

Situasi keamanan di seputar tempat bencana masih tidak stabil. Makanya tiap hari dilakukan analisis untuk menentukan apakah peneliti bisa dikirim ke sana.

Sejak awal Belanda bekerjasama dan sepakat dengan Malaysia dan Australia untuk terlebih dahulu merepatriasi jenazah, sisa-sisa jasad dan hak milik korban, setelah itu baru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kemudian bisa menyeret pelaku ke meja hijau. Oleh karenanya kabinet Belanda belum mau memberi informasi tentang status penyelidikan.

Ini juga menjadi alasan kenapa kabinet Belanda belum mengeluarkan pendapat tentang gambar-gambar yang konon memperlihatkan bahwa kelompok separatislah yang bertanggung jawab atas penembakan jatuh pesawat MH17. Urutan prioritas adalah: repatriasi, penyelidikan dan pengadilan pelaku. Demikian tandas perdana menteri Belanda Mark Rutte.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh pada 17 Juli lalu. Semua penumpangnya yang berjumlah 298 orang tewas.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s