Penyelidikan Jatuhnya MH17 Makan Waktu Lama

Penyelidikan untuk mengetahui apakah ada tindak pidana terkait kasuh jatuhnya pesawat Malaysia MH 17 di Ukraina Timur 17 Juli lalu, dipastikan akan memakan waktu selama tahun 2015 atau malah lebih lama. Demikian kata Fred Westerbeke, Kepala Jaksa Kantor Nasional Jaksa Penuntut Umum Belanda, dalam sebuah wawancara dengan koran Jerman Der Spiegel.

Kasus Lockerbie

Penyelidik membandingkan kasus tertembak jatuhnya MH17 di Ukraina Timur ini dengan kasus pesawat Boeing milik PanAm yang jatuh di Lockerbie, Skotlandia, pada 1988.

“Waktu itu memakan waktu tiga tahun baru bisa menyebut nama yang bertanggung jawab,” kata Westerbeke. “Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kasus MH17 ini bisa memakan waktu sebegitu lama, tapi diperlukan waktu yang lama.”

Penyelidikan terhambat karena daerah tempat kejadian terlalu berbahaya. Westerbeke tidak yakin bisa mengirim orang ke sana. “Oleh karena itu kami bekerjasama dengan Dewan Penyelidikan Keamanan OVV untuk membuat plan B. Kalau kita sendiri tidak bisa ke tempat kejadian, kita harus mencari cara untuk membawa rongsokan pesawat ke sini.” Maksudnya ke Belanda.

Tim penyelidikan memang berhasil mengumpulkan banyak bahan, tapi belum menemukan bukti yang kuat untuk menunjukkan bahwa ini adalah kasus pidana.

”Kalau kita lihat di koran-koran, memang sepertinya sudah sangat jelas apa yang terjadi dengan pesawat dan siapa yang bersalah. Tapi kalau kita benar-benar mau membawa kasus ini ke pangadilan, kita memerlukan bukti-bukti, bukan hanya potongan lepas dari pembicaraan telpon internet atau foto-foto di tempat bencana. Makanya kami tidak hanya melihat pada satu skenario, tapi bermacam skenario.”

Gambar-gambar satelit

Menurut Westerbeke, para penyelidik belum tuntas mengumpulkan gambar-gambar satelit dari berbagai negara untuk mengambil keputusan yang pasti. “Kami belum tahu pasti apakah kami sudah memiliki semuanya, apakah masih ada bahan bukti, yang mungkin lebih spesipik. Kami kembali mengontak Amerika untuk meminta gambar-gambar satelit.”

Belum lama berselang media Jerman memberitakan, parlemen Jerman konon memperoleh rincian penting tentang bencana MH 17, berdasarkan gambar-gambar satelit. Dari gambar-gambar itu ternyata pesawat tersebut dijatuhkan oleh pemberontak pro Rusia di Ukraina Timur dengan rudal.

Sikap kabinet Belanda

Namun kabinet Belanda masih menolak untuk berbicara terbuka tentang fakta bencana itu. Partai koalisi berkuasa VVD dan PvdA menilai tidak perlu adanya dengar pendapat di parlemen seperti yang dimintakan kelompok oposisi.

Untuk meneliti klaim Rusia, tim penyelidik akan memintakan data radar dari Moskow. “Kami sedang menyiapkan permohonan bantuan hukum untuk meminta Moskow memberikan informasi yang bisa bermanfaat bagi kami.”

Di samping penyelidikan di tempat kejadian perkara, saat ini juga ada penyelidikan yang dilakukan oleh Dewan Penyelidikan Keamanan OVV. Dalam laporan sementaranya, OVV menyimpulkan bahwa MH17 ditembus di udara oleh sejumlah besar benda terbuat dari logam dengan kecepatan tinggi. Kata rudal tidak disebut. OVV juga tidak menyebut siapa yang bersalah.

Akibat jatuhnya pesawat MH17 di Ukraina Timur tanggal 17 Juli itu, 298 orang tewas, di antaranya 196 warga Belanda dan 12 orang Warga Negara Indonesia (WNI).

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s