Yayasan Tileng: Skala Kecil, Semangat Besar

Di Belanda yayasan yang membantu Indonesia menjamur. Beritabelanda menulis potret sejumlah stichting atau yayasan di negeri kincir angin ini. Kali ini giliran Stichting atau Yayasan Tileng dari Capelle aan den IJssel, kota kecil dekat Rotterdam. Apa saja kegiatannya dan apa motif para pengurusnya memberi bantuan kepada Indonesia. Ikuti wawancara dengan ketuanya, Tong Lange.

Kapan yayasan didirikan?

Yayasan didirikan pada 2000, tetapi tiga tahun sebelumnya sudah aktif melalui para pendirinya.

Kenapa yayasan ini didirikan?
Yayasan Tileng bertujuan untuk memperbaiki kondisi kehidupan dan tempat tinggal di berbagai desa Tileng.

Kenapa namanya Tileng?
Tileng adalah nama desa tempat semuanya berawal. Pada 1997 salah seorang pendiri sudah aktif di dusun Manggung, salah satu dusun di desa Tileng.

Dari mana sumber dana Tileng?
Tileng menerima dana dari para sponsor, perorangan dan perusahaan.

Bantuan apa saja yang diberikan yayasan ini?
Sejak didirikan pada 2000 Yayasan Tileng membantu sejumlah desa di pulau Jawa di Indonesia. Terutama tentu saja desa Tileng sendiri. Sementara itu sudah mekar ke Imogiri dan Baturraden. Bantuan itu berupa pembangunan rumah dan sekolah, pemberian beasiswa, bantuan di bidang peternakan dan lain-lain.

Apakah yayasan ini memiliki mitra di Indonesia?
Tidak. Yayasan ini tidak memiliki mitra di Indonesia. Namun yayasan menempatkan management di Indonesia, yang berkantor di desa Baturraden. Desa ini terletak sekitar 193 km di sebelah barat Yogyakarta. Sesuai dengan “Buku Pedoman, Implementasi kebijkaan di tingkat lokal” di Indonesia diangkat Management Team sebagai berikut: Tekad Sentosa sebagai General Manager, Deskart Sotyo Jatmiko sebagai Manager Back Office, Suci Wahyuni dan Tri Hastuti bersama-sama sebagai Manager Keuangan. Prestasi mereka sangat baik. Semuanya tinggal di Baturraden dan sekitarnya.

Para fungsionaris yang aktif di desa Tileng, Imogiri dan Baturraden bertugas melaporkan kegiatannya kepada Management Team di Baturrahman.

Bagaimana anda tahu bahwa dana dimanfaatkan dengan benar?
Dana Yayasan Tileng tidak ada yang bocor. Memang ada beaya yang tak bisa dihindari (seperti beaya bank), tapi jumlahnya relatif sedikit. Selain itu tidak ada sama sekali beaya overhead. Oleh karena itu Yayasan Tileng bisa menjamin bahwa “dari semua donasi dan dana sponsor yang diterima Yayasan Tileng, lebih dari 99 persen dimanfaatkan untuk proyek-proyek di Indonesia”.

Ini bisa dicapai, karena semua pihak yang melakukan kegiatan untuk yayasan ini
tanpa pamrih dan semua beaya kegiatan yang dilakukan untuk Yayasan Tileng oleh anggota pengurus, para relawan dan berbagai perusahaan yang berpartisipasi, ditanggung sendiri oleh mereka.

Kantor, termasuk berbagai fasilitas disediakan secara cuma-cuma.
Selain itu penggalangan dana dilakukan sendiri, tidak melalu biro mahal. Perlu disebutkan juga, semua orang menanggung sendiri beaya perjalanan dan akomodasi untuk meninjau proyek di Indonesia.

Dengan kata lain, siapa saja yang menyumbang dana untuk Yayasan Tileng bisa mengandalkan bahwa dananya akan benar-benar dimanfaatkan untuk proyek-proyek yang dibangun oleh, untuk dan milik penduduk desa-desa Tileng, Imogiri dan Baturraden.

Coba ceritakan proyek dan kegiatan apa saja yang sudah berhasil di Indonesia?
Yayasan hanya membimbing dan mendanai proyek-proyek yang digagas penduduk lokal. Ini berarti, penduduk desa sendiri yang memberitahu apa yang mereka butuhkan dan ingin diwujudkan dengan bantuan yayasan. Gagasan lokal ini menjamin keterlibatan penduduk lokal dan dengan demikian memperkuat efektivitas proyek.

Proyek kami yang bernama “Buffelbank” atau “Bank Kerbau” di Tileng/Manggung berjalan lancar. Kebanyakan petani Indonesia tidak menyimpan uang di bank, tapi membeli hewan. “Bank Kerbau” bekerja sebagai berikut. Seorang petani memelihara sapi yang disediakan oleh Yayasan Tileng. Anak dari sapi tersebut akan menjadi milik petani. Setelah itu sapi induk berpindah ke petani lain. Ini adalah metode pembangunan langgeng yang membuat desa bisa berkembang dengan tenang dan tidak ada yang dikucilkan, sehingga situasi perekonomian mereka membaik. Bukankah aset mereka ada di belakang rumah yang menghasilkan susu dan anak sapi. Ini keberhasilan besar yang akan ditiru desa-desa lain yang termasuk wilayah kerja yayasan ini. Pada periode awal sebuah taman kanak-kanak (TK) berhasil dibangun.

Di Imogiri kami memusatkan perhatian pada pembangunan kembali paska gempa bumi pada Mei 2006. Di sana kami berhasil membangun kembali lima TK dan yayasan kini tengah membangun 35 rumah permanen menggantikan rumah darurat dari bambu.

Di Baturraden tiga SD dan dua TK telah dibangun. Ini merupakan proyek-proyek yang berhasil, yang sering dikunjungi oleh pimpinan sekolah-sekolah lain untuk melihat bagaimana kerjasama dengan Yayasan Tileng di sana bisa berhasil.
.
Kami juga menambah gaji karyawan sekolah-sekolah yang dibangun (kembali) oleh yayasan. Mereka adalah para pengajar dan penjaga sekolah yang tidak digaji penuh oleh pemerintah Indonesia.

Juga ada proyek yang bersifat terus menerus. Proyek ini berupa bantuan beaya sekolah tahunan bagi murid yang beprestasi. Karena kondisi keluarga, orang tua para murid ini tidak mampu mengeluarkan beaya.

Beaya ini sebagian besar ditanggung oleh sejumlah donatur kami. Semua orang bisa mendaftar menjadi donatur dengan mengirim email ke vdjagt@tileng.nl.
Beasiswa yang diberikan besarnya tergantung dari jenis pendidikan, antara 175 euro sampai 500 euro per tahunnya untuk tiap murid. Untuk studi di perguruan tinggi beaya beasiswa 2000 euro sampai 2500 euro.
Management kami di Indonesia mengurus supaya dana tersebut betul-betul digunakan untuk proyek-proyek yang ada. Selain itu ada juga proyek-proyek kecil seperti membangun kamar mandi,bantuan medis dll.

Sementara itu Yayasan Tileng sudah berusia 14 tahun dan puluhan proyek sudah terwujud. Hampir 450.000 euro secara efektif sudah dimanfaatkan di Indonesia. Ini sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi sebuah organisasi kecil yang murni mengandalkan relawan.

Apa saja menurut Anda yang bisa dicapai yayasan ini 5 tahun lagi?
Yayasan Tileng berusaha untuk menjadi sebesar mungkin. Pertumbuhan ini akan ditentukan oleh (kemungkinan) pengumpulan dana, tapi ada dua syarat:

• Pertumbuhan tidak boleh lebih besar dari kemampuan organisasi; Yayasan Tileng tidak boleh tumbuh begitu besar sehingga mengorbankan kecepatan berkomunikasi dan bertindak.
• Proyek-proyeknya harus tetap berskala kecil, sehingga tiap proyek bisa diemban oleh penduduk lokal.

Yayasan ini transparan. Semua infomasi yang relevan mengenai kebijakan, keuangan dan kegiatan bisa ditemukan di http://www.tileng.nl atau diminta lewat
info@tileng.nl .

Pertanyaan terakhir: Apa yang mendorong anda melakukan ini semua? Agama, motivasi sosial? Apa kaitan Anda dan para donatur dengan Indonesia?
Saya didorong oleh motivasi sosial. Tidak ada hubungannya dengan agama atau politik. Saya tidak memiliki akar Indonesia. Tapi Indonesia sudah menjadi semacam “tanah air” saya. Saya mulai mencintai orang-orang di sana. Para donatur terdiri dari segala macam latar belakang. Dengan kata lain, banyak sekali yang membantu kami.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s