Pameran Islam di Rotterdam Menyulut Kritik

Ilmuwan Barat ramai-ramai mengkritik pameran Islam di Rotterdam. Eksposisi ini digelar oleh ‘100 Inventions’ (1001 Penemuan), sebuah organisasi dari Inggris yang bertujuan untuk mempertunjukkan prestasi peradaban Islam. Ilmuwan di balik eksposisi ini adalah Salim al-Hassan, pensiunan guru besar Universitas Mancherster, Inggris.

Pameran keliling ‘1001 inventions’ ini berhasil memikat sekitar 6 juta pengunjung di kota-kota seperti London, New York, Washington, Los Angeles, Istanbul, Kairo, Kuala Lumpur dan Abu Dhabi. Tokoh-tokoh seperti Hillary Clinton dan Pangeran Charles termasuk orang menyambut baik pameran ini. Sebagai tuan rumah walikota Rotterdam, Ahmed Aboutaleb telah mengunjungi pareman ini minggu lalu.

Ibn Firnas
Pameran antara lain memperlihatkan bahwa orang yang menjadi cikal bakal penerbangan moderen adalah Ibn Firnas yang hidup di abad 9 dan Hazarfen Ahmed Celebi dari Istambul yang hidup di abad ke-17. Menurut eksposisi ini, ilmuwan perempuan pertama muncul adalah dari kalangan Islam.
Namun banyak ilmuwan tidak sependapat. Rainer Brömer, historikus di Universitas Istanbul membantah hal ini. Sonja Brentjes, pakar sejarah ilmu pengetahuan di masyarakat Islam, dari Lembaga Max Planck di Berlin, mengatakan, pendapat di atas tidak didasari sumber yang dipercaya.

Taner Edis, pakar fisika dari Universitas Truman, Amerika Serikat, membantah kemungkinan seseorang bisa terbang dengan kekuatannya seperti yang dilakukan Ibn Firnas. Edis juga berpendapat, sumbangan ilmiah dari abad kejayaan Islam itu bagi dunia moderen Barat, terlalu dibesar-besarkan.
Brentjes, Edis, Brömer dan sepuluh ilmuwan lain menulis buku yang membongkar karakter yang menyesatkan dari eksposisi ini. Mereka menilai pameran ini sebagai “penghinaan terhadap kebenaran yang bermuara pada fiksi”. Malah mereka menyebut kata “pemalsuan sejarah”.

Namun demikian Brentjes menegaskan: “Sumbangan ilmuwan muslim bagi ilmu pengetahuan memang ada dan perlu lebih diperhatikan. Tapi mereka hanya patut dihargai karena apa yang telah mereka perbuat, bukan karena dongeng yang tidak pernah mereka lakukan.”

Menampik kritikan
Junaid Bhatti, direktur marketing ‘1001 inventions’ menganggap kritik yang dilontarkan adalah bohong. Menurut dia, pameran ini tidak menunjukkan bahwa Islamlah yang melahirkan ilmuwan perempuan pertama. Bhatti juga menilai kritik tentang Ibn Firnas tidak benar. Pameran tidak secara eksplisit menunjukkan bahwa Ibn Firnas terbang dengan kekuatan sendiri.

Junaid Batthi menambahkan, bahwa ‘1001 inventions’ didukung oleh berbagai publikasi ilmiyah berprestasi hasil karya mayoritas ilmuwan di bidang ini.
Untuk menampik kritik yang bermunculan, direktur 1001 inventions Ahmed Salim dan Mohamed el-Gomati, guru besar elektronika dari Universitas York muncul di temu pers. Mereka memperlihatkan sebuah dokumen yang menanggapi kritik koran Belanda Trouw. Koran ini menilai argumentasi penyelenggara pameran lemah, tidak jelas, tidak cerdas dan intelektual.

Dua tokoh itu juga menekankan, mereka tidak bermotif politik dan agama dalam menyelenggarakan pameran ini. Pameran ini hanya bertujuan edukatif. Mereka ingin menyampaikan “kebenaran yang mempesona”tentang zaman yang ”sebagian besar tidak dikenal publik”.

Tujuan edukatif
Tujuan eksposisi ini, menurut mereka, adalah untuk membuat anak-anak mencintai ilmu pengetahuan. Juga agar pengunjung lebih mengerti tentang asal usul banyak hal yang kita nikmati sekarang. “Kalau pameren ini bisa mengurangi ekstremisme di kalangan remaja itu bagus, tetapi itu adalah tujuan sampingan,”tandas Salim al Hassani kepada koran NRC Handelsblad. Ia menegaskan, pameran ini objektif dan akurat. El Gomati juga menekankan “integritas akademik” eksposisi ini.

Hendrik Jan Bakker, seorang muslim Belanda, mempertanyakan kenapa para ilmuwan ramai-ramai mengkritik pameran yang sebenarnya bertujuan untuk remaja ini. “Pameran ini kan bukan buat para ilmuwan,”simpulnya.
Pameran digelar dari 29 Agustus 2014 sampai dengan 11 Januari 2015 di bekas kantor pos Rotterdam.

Sumber: Trouw

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s