Miss Indonesisch Semangat Promosikan Indonesia di Belanda

Lek Pulungan dan Riana Westra

Lek Pulungan dan Riana Westra

Perasaan tua sering dielakkannya, padahal usianya sudah 60 tahun lewat. Ia selalu merasa muda. Tapi sejak punya cucu, ia sering juga merasa tua, karena sudah ada yang memanggilnya opa, kakek dalam bahasa Belanda. Sebuah liputan acara remaja menurut kacamata seorang opa Bari Muchtar.

Ketika masuk di gedung teater Schouwburg di Almere, saya lihat banyak juga orang lansia yang jauh lebih tua dari saya. Malah banyak yang mengendarai kursi roda dan mengenakan alat bantu jalan beroda atau rollator. Di sana terlihat stan yang menjual pakaian tradisional Indonesia. Salah satunya adalah milik mbak Agustina Rukini guru tari di Dansinstituut Arena Budaya Indonesia.

Di ruang sebelah ada stan-stan makanan Indonesia. Seorang ibu di stan Zorg en Welzijn menganjurkan saya masuk ke ruang teater untuk menghadiri ceramah tentang pelayanan kesehatan bagi orang lansia di Belanda terutama yang berasal dari Indonesia. Ketika seorang bapak menjelaskan tentang Zorg&Welzijn App, saya langsung mikir: “La wong saya saja yang belum tergolong lansia ini masih bingung tentang App, apa orang-orang lansia Indo dan Indonesia itu bisa app-app-an ya? Semestinya ini bisa saya tanyakan kepada sang penceramah, tapi saya malah keluar ruang teater untuk berkeliling mencari stan atau kegiatan lain.
Ternyata selain stan jual makanan, stan Garuda sebagai sponsor, di ruang belakang ada lokakarya pijit. Cukup ramai juga di sana. Setelah ngobrol dengan beberapa teman dan kenalan yang sudah lama tidak jumpa serta berkenalan dengan teman baru (bukankah, salah satu tujuan saya adalah untuk networking?), saya masuk lagi ke ruang teater untuk menyaksikan putaran semi final kontes Miss & Mister Indonesisch Verkiezing.
Sebagai intermezo ada juga pagelaran tarian dan pencak silat. Saya sangat mengagumi seorang gadis imut yang sangat lihai berpencak silat.

Sebelum saya teruskan laporan ini saya mau mohon maaf dulu sama peserta kontes cowok atau Mister. Saya akan fokus kepada partisipan cewek. Soalnya saya meliput untuk Jasmijn, cucu saya yang sekarang baru berusia dua tahun. Tiap kali kalau saya melihat cewek-cewek yang ayu dan lincah itu, saya teringat cucu. “Mudah-mudahan kalau ia udah gede dia ikut juga,”terbenak di pikiran. Kalau melihat ada yang pake kebaya langsung terbayang gimana kalau Jasmijn mengenakan pakaian tradisional Indonesia seperti itu. Pokoknya di setiap wajah partisipan cewek saya melihat cucu saya.

Seusai makan malam gratis (karena dijamu ibu Avi Widjojoatmodjo dan suaminya Pak Fennema), kami langsung ke ruang pertunjukan lagi untuk menyaksikan acara final. Berbagai tarian, pencak silat, mode show, pagelaran musik oleh penyanyi Iane dari Tjoens ditampilkan. Sejenak saya merasa tua, karena mulai kecapean setelah hampir tiga jam duduk. Dan saya lihat sepasang kakek dan nenek meninggalkan ruang teater. Tapi saya tetap bertahan menunggu Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno Marsudi mengumumkan siapa pemenang kontes.

Akhirnya diumumkanlah para pemenangnya. Alek Pulungan dinobatkan jadi Mister Indonesisch dan Riana Westra sebagai Miss Indonesisch. Mereka antara lain mendapat hadiah ticket ke Indonesia dari Garuda dan beasiswa alias scholarschip. Kembali terbayang wajah cucuku di wajah Riana yang berayah Belanda dan beribu Indonesia itu.

Saya terharu sama kecintaan Riana terhadap budaya Indonesia dan semangatnya untuk mempromosikan budaya Indonesia. Mudah-mudahan Jasmijn nanti juga seperti dia kalau sudah gede, baik semangatnya dan juga kecantikannya. Ya berangan-angan boleh kan!

miss4Saking ngefansnya sama Riana saya mau wawanara dia, tapi nggak sempat di malam itu, karena dia selalu dikerumuni orang. Eh tiba-tiba keesokan harinya putri kelahiran Hilversum ini, pengen temenan di facebook.

Kesempatan ini langsung saya manfaatkan untuk mewawancarai dia. Berikut cuplikan wawancaranya.

Kenapa Anda ikut serta Miss & Mr Indonesisch verkiezing atau kontes Putri&Putra Indonesia di Belanda ini?
Saya sebenarnya sudah lama giat mempromosikan budaya Indonesia, karena saya sering melihat generasi sekarang kurang ada ikatan dengan latar belakang mereka. Banyak generasi muda Indonesia (di Belanda,red) tidak menguasai, dan tidak mengerti bahasa (Indonesia,red), dan juga belum pernah ke sana. Event Miss en Mister verkiezing merupakan cara yang baik untuk menjadi jembatan antara remaja yang berlatar belakang budaya Indonesia di Belanda dengan budaya mereka.

Apa arti Indonesia bagi Anda?
Indonesia negara yang sangat indah dan kami sebagai generasi penerus justru diberkati karena memiliki dua budaya (Indonesia dan Belanda,red) dan sayang kalau para remaja tidak menyadari dan memanfaatkan hal ini.

Bagaimana rasanya menjadi pemenang?
Sebenarnya semua peserta bisa dikatakan pemenang, karena semuanya telah membantu untuk mempromosikan budaya Indonesia dan semuanya bekerja keras. Tapi saya merasa senang sekali terpilih supaya bisa lebih mengenal budaya Indonesia dan tentu saja agar bisa bermakna bagi yayasan (Anak Belajar,red). Mungkin saya nanti saya berkarir di bidang ini, tapi yang terpenting tanah leluhur saya. Yang paling menggembirakan saya adalah kesempatan untuk mendapat beasiswa ke Indonesia. Saya akan banyak belajar di sana dan akan bekerja keras. Saya sadar ini adalah kesempatan yang sangat istimewa. Saya merasa diberkati.

Demikianlah wawancara singkat dengan Riana Westra dan sampai di sini liputan saya tentang Miss&Mister Indonesisch Verkiezing (wah seperti nyiar di Radio saja!) , sebuah event yang digelar sudah empat kali di Pasar Malam Indonesia di Den Haag. Sejak tahun ini acara yang diselenggarakan oleh Multi Flex Management dan Yayasan Anak Belajar ini akan terus digelar di Almere. Event ini juga diliput oleh RCTI dan Global TV. Jangan lupa untuk menyaksikannya.

Bari Muchtar

Catatan: Foto-foto di artikel ini dibuat oleh Mud Ismangil

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Miss Indonesisch Semangat Promosikan Indonesia di Belanda

  1. agustina Rukini berkata:

    Waduh tulisanya menarik sekali,,,
    Kebudayaan Indonesia sudah lama melekat di belanda…Melalu ” Miss en Mister Indonesisch” moga generasi muda, Indo / Indonesia tetap melestarikan dan mengembangkan kebuadayaan kita di Belanda .

    salam cinta Indoensia
    Agustina Rukini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s