Semua Cinta Budaya Indonesia dan Mau Menang

Saya bangga dan senang! Itulah ucapan keluarga peserta Kontes Putri &Putra Indonesia di Belanda atau Miss en Mister Indonesisch Verkiezing yang dijumpai pada acara putaran pendahuluan Ahad (24/8) kemarin. “Kemarin itu acara perkenalan antara para calon dan berkenalan dengan budaya Indonesia,” tandas Avi Widjojoamodjo, dari Yayasan Anak Belajar penyelenggara event budaya Indonesia ini.
Dari pukul 11 pagi sampai 5 sore para kandidat yang terdiri atas remaja yang berusia dari 16 tahun sampai 28 itu mengikuti berbagai kegiatan. Mereka mengenakan pakaian tradisional Indonesia seperti kebaya,sarong dan lain-lain untuk difoto oleh fotografer profesional. Selain itu mereka juga melakukan performance seperti menyanyi, bersajak, dan diwawancara. Di sore harinya ada yang diajari menari dan ada yang belajar seni bela diri tapak suci.
Para peserta terdiri remaja yang berdarah seratus persen Indonesia, Indo, yang berdarah campur Asia-Eropa, dan Belanda tulen. Semuanya ada afinitas dengan Indonesia.

Lisanne dan opa Cor

Lisanne Ramsche (16 tahun) ikutserta karena ingin mencari pengalaman dan lebih banyak mengenal budaya Indonesia. Dari kecil dia banyak diceritai tentang budaya Indonesia. “Hampir tiap hari opa (kakek) dan oma (nenek) bercerita tentang Indonesia,” katanya. Dia menambahkan bahwa mereka tiap Senin makan bersama di rumah kakek dan nenek.

Demy Ramlan

Demy Ramlan

Demy Ramlan (19) lahir di Belanda dari pasangan orang tua asli Indonesia. Ia ikutserta karena,menurut dia, kegiatan ini bertujuan untuk menambah kesadaran remaja tentang budaya Indonesia. “Ini penting bagi generasi kedua dan ketiga,” tambahnya. “Banggalah terhadap budaya kita. Dan budaya kita indah.”
Robert Sexauer menjelaskan alasannya kenapa ia ikut serta. “Bapak saya lahir di Jakarta dan ibu kelahiran Sorong,” katanya. Lelaki yang berusia 28 tahun ini menambahkan, ia dididik dengan nilai-nilai budaya Indonesia. Selain diajari menyukai makanan Indonesia, ia juga dididik supaya menjadi orang yang ramah, sosial, rendah hati, sopan, hormat pada orang tua dan suka menolong.
Namun menurut Robert budaya Indonesia ada kelemahannya. Karena suka santai, maka ia sering datang terlambat yang membuat teman dan sejawatnya di kantor merasa heran. Kendati demikian, Indonesia sangat berarti bagi dia. “Saya mempunyai ikatan batin yang mendalam dengan Indonesia.”
Peserta pria lainnya adalah Alek Pulungan. Lelaki janggung yang berdarah seratus persen Indonesia ini mengatakan, ia ikutserta karena suka saja. Tentu saja, karena ia mencintai negeri leluhurnya.
Peserta lomba ini kebanyakan perempuan ketimbang lelaki. “Mungkin karena banyak orang mengira kegiatan seperti ini memang cocok buat cewek,” katanya ketika ditanya kenapa hanya dua lelaki yang ikutserta.
Acara di gedung olahraga di Almere Buiten itu juga dihadiri oleh keluarga para calon miss dan mister. Mereka terdiri dari ibu, adik-kakak, ayah dan malah kakek dari para kandidat.
Didik Ramlan, ayah Demy Ramlan mengaku tidak memaksa anaknya untuk ikutserta, tapi hanya menganjurkan. Namun demikian ia sangat senang putrinya mau berpartisipasi. “Saya rasa mau menangis ketika anak saya mau ikut,” katanya. Bagi pemilik toko makanan Indonesia ini, kalah atau menang tidak penting. “Pengalaman lebih mulia daripada menang,” ujarnya.
Bapak Cornelis Ramsche, kakeknya Lisanne Ramsche, adalah seorang yang berdarah campur Asia Eropa apa yang dikenal sebagai Indo. Ia juga sangat senang cucunya suka sama Indonesia. “Meski ibunya Belanda, dia minded (sangat menyukai,red) Indonesia,” tandasnya.
Indo kelahiran Pemakasan, Madura ini menambahkan, ia hampir tiap tahun ke Indonesia. Ia juga mengaku tidak memaksa anak dan cucunya untuk mencintai Indonesia. “Mereka suka Indonesia karena gen mereka,” katanya dalam bahasa Indonesia yang masih cukup fasih.
Semua calon mengatakan mau menang dalam kontes yang mementingkan budaya ketimbang kecantikan atau kegantengan peserta ini. Siapa yang menang dan siapa kandidat Miss&Mister Indonesisch Verkiezingen yang lain? Kita saksikan nanti tanggal 30 Agustus di Schouwburg Almere.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s