Pemerintah Belanda Siap Menghadapi Serangan Jihadis

Jihadis merupakan istilah yang di media Barat digunakan bagi para mujahid muda yang sebagai relawan pergi ke kawasan konflik untuk membela saudara sesama muslim yang tertindas. Oleh pemerintah berbagai negara mereka dituduh sebagai teroris.

Di Belanda juga banyak jihadis yang pergi ke Suriah dan belakangan juga ada yang bergabung dengan ISIS di Irak. ISIS adalah singkatan dari  Islamic State in Iraq and al-Shām atau dalam bahasa Arabnya ‎ al-Dawlah al-Islāmīyah fī al-ʻIrāq wa-al-Shām yang artinya Negara Islam di Irak dan Syam. Yang dimaksud dengan Syam adalah Suriah.

Masyarakat Belanda khawatir para remaja ini akan melakukan serangan teror setelah pulang ke Belanda. Entah karena trauma atau memang didorong oleh ideologi mereka. Oleh sebab itu banyak pihak mendesak agar pemerintah Belanda mengambil tindakan untuk menghindari hal tersebut.

Geert Wilders, pemimpin Partai untuk Kebebasan atau Partij voor de Vrijheid PVV menuduh pemerintah Belanda kurang giat menangani masalah kelompok muslim radikal Belanda yang jumlahnya makin bertambah ini. Menurut Wilders, pemerintah harus menambah dana untuk badan intelijen Belanda AIVD, supaya bisa meningkatan pengawasan terhadap para jihadis.  

Dalam sebuah acara televis Belanda, menlu Belanda Frans Timmermans mengatakan kabinet Belanda sangat mementingkan penanganan jihadis. “Bagi kabinet ini adalah perioritas utama,“ katanya di acara televisi WNL Op Zondag itu.

Menlu Belanda juga menegaskan bahwa kabinet Belanda berusaha keras untuk  mengikut perkembangan. „Kami tidak ketinggalan fakta, ” katanya. Ketika ditanya apa saja yang telah dan akan dilakukan pemerintah Belanda untuk mengantisipasi serangan teror para jihadis, menteri dari partai buruh PvdA ini mengatakan, ia tidak bisa menjelaskannya secara detil, karena ini menyangkut keamanan. “Tapi yakinlah, kami akan berbuat sekuat tenaga untuk melindungi warga secara optimal terhadap ancaman yang nyata ini.”

Demikian kata menlu Belanda Timmermans seperti dikutip koran De Telegraaf. 

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s