Sekolah Islam Belanda Diselamatkan Lembaga Kristiani

Setelah kasus pencurian bahan ujian, Ibn Ghaldoun atau Ibn Khaldun ( ابن خلدون), sebuah sekolah menengah umum Islam di Rotterdam, mengalami nasib malang. Satu-satunya sekolah menengah Islam tersisa di Belanda ini akhirnya ditutup. Ceritanya bermula pada bulan Mei 2013. Ketika itu terbongkar kasus pencurian bahan ujian negara yang dilakukan oleh sejumlah murid sekolah Islam itu. Berita ini sangat menggemparkan umat Islam di Belanda.

Nama Islam dan muslim di negeri kincir angin makin terpuruk. Terutama kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah-sekolah Islam, baik sekolah dasar maupun sekolah menengah, makin gencar disoroti oleh Inspektur Pendidikan Belanda. Mereka curiga kenapa kualitasnya makin menurun. 

Kala itu ketua pengurus sekolah, Ayhan Tonca dan direktur sekolah, Bart Renders menyadari, kasus pencurian itu membuat nama baik sekolah semakin terpuruk, terutama karena sikap negatif para politisi lokal Rotterdam. Kasus-kasus masa lalu seperti prestasi buruk sekolah Ibn Ghalodoun dan penggunaan/penyalahgunaan dana untuk perjalanan ke Mekkah dibongkar lagi. Dan ini dibesar-besarkan pula oleh seorang pejabat senior kota Rotterdam Hugo de Jonge.

Menurut Tonca, tokoh muslim Belanda asal Turki, 45 sekolah dasar Islam di Belanda makin merasa terpojok akibat Ghaldoun affaire ini. Inspeksi pendidikan akan meningkatkan pengawasannya terhadap sekolah-sekolah kita. Setidaknya begitulah perasaan yang menimpa para direksi sekolah. “Tapi sekolah-sekolah non Islam prestasinya juga buruk,” kata Renders seperti dikutip Algemeen Dagblad, koran terbitan Rotterdam. Renders mengkritik sikap standar ganda kebanyakan orang di Belanda yang serta merta bersikap negatif terhadap sekolah Islam.

Namun sejak peristiwa yang menghebohkan tahun lalu itu, berbagai kalangan di kota pelabuhan tersebut bekerja keras untuk mencegah agar nasib para siswa sekolah Ibn Ghaldoun tidak terlantar. Maka berbagai tindakan pun diambil. Direktur baru ditunjuk, guru-guru yang dinilai oleh Inspektur Pendidikan tidak kompeten dipecat dan diganti dengan tenaga-tenaga pengajar yang memenuhi syarat dan standar kementerian pendidikan Belanda.

Nama sekolah pun diganti menjadi de Opperd. Maklum nama lama Ibn Ghaldoun sudah tercemar. Dan mulai Agustus nanti sekolah ini akan diberi nama baru lagi yaitu Avicenna college. Avicenna adalah sebutan orang Barat bagi Ibn Sina (ابن سينا ) seorang ilmuwan (medikus,filsuf dll) Islam yang hidup di abad 10 sampai 11.

Menariknya sekolah Islam ini diselamatkan oleh lembaga pendidikan kristiani yaitu Perkumpulan Sekolah Lanjutan Kristiani di Rotterdam dan sekitarnya atau de Vereniging voor Christelijk Voortgezet Onderwijs te Rotterdam en omgeving (CVO).

Kini dua puluh persen dari tenaga pengajar terdiri dari guru-guru non muslim. Kenapa lembaga Kristiani menyelamatkan sekolah Islam? Ketua CVO, Wim Littooij menyamakan pertolongan yang mereka berikan itu dengan bantuan yang diberikan oleh orang Samaria yang murah hati seperti terkisah dalam Al Kitab. 

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s