Belanda Bangun Polder Untuk Mengatasi Banjir Jakarta

Pakar Belanda bekerja keras mengatasi banjir di DKI, yang tiap tahun dikunjungi tamu yang tak diundang tersebut. Para pakar ini tergabung dalam Witteveen + Bos, sebuah biro tehnik kondang Belanda. Perusahaan ini tengah mengembangkan rencana untuk mengatasi masalah banjir secara struktural. Mereka akan membangun tanggul dengan berbagai polder. Polder adalah kawasan yang dikelilingi bendungan yang ketinggian airnya bisa diatur. Kawasan, yang biasanya bekas laut, letaknya lebih rendah daripada kawasan-kawasan sekelilingnya yang terbentang di luar bendungan. “Polder itu berbentuk Garuda,” kata Victor Coenen dari Witteveen + Bos seperti dikutip Almere Vandaag, sebuah koran yang terbit di Almere, sebuah kota yang terletak di provinisi Flevoland, kawasan polder Belanda terbesar.

Drainase DKI masih berdasarkan sistem yang dibangun Belanda di saat kota itu masih bernama Batavia atau di zaman Belanda. Tapi sistem ini tidak mampu lagi menampung air yang begitu banyaknya seperti sekarang ini. Ini antara lain disebabkan oleh urbanisasi, tidak adanya pemeliharaan yang memadai dan makin dangkalnya kanal dan kali.
Untuk mendata banjir di Jakarta perusahaan Belanda ini menciptakan twittertool, jaringan informasi yang menggunakan Twitter. Victor Coenen mengatakan, berkat sosial media ini, pihaknya bisa memperoleh informasi kawasan mana yang bermasalah pada banjir-banjir sebelumnya. “Semua orang di sini (Indonesia,red) memiliki smartphone dan berkomunikasi melalui Social Media.”
Menurut Victor Coenen, ini semua baru merupakan kegiatan awal. Pemimpin proyek ini sadar, masalah yang dihadapi Jakarta sangat besar. “Jakarta bagian Utara, yang berpenduduk empat juta orang, tanahnya makin turun dengan cepatnya, 7.5 cm tiap tahunnya.” Dan Jakarta sudah terletak di bawah permukaan laut, tambahnya.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s