Seorang Jawa Suriname yang Religius

Kenangan saat bekerja di Radio Nederland. Wawancara dengan pak Soedirman Moentari, seorang Jawa Suriname yang aktif menjadi khatib di masjid Jawa Suriname dan banyak kegiatan keagamaan lainnya. Waktu diwawancara dia belum pernah ke Indonesia, tapi tahun 2013 akhirnya ia sempat berkunjung ke negeri leluhurnya.

Kebanyakan orang Jawa Suriname tidak menguasai Bahasa Indonesia. Tapi keturunan buruh Jawa yang diangkut Belanda ke Suriname sekitar 130 tahun lalu ini, terutama generasi tuanya, masih bisa berbahasa Jawa.

Namun Soedirman Moentari merupakan pengecualian, karena ia salah satu dari sedikit orang Jawa Suriname yang sangat pandai berbahasa Indonesia. Dan ia juga religius. Sebelum bertolak ke Belanda, generasi ketiga buruh kontrak Jawa ini sempat belajar Bahasa Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paramaribo.

Ketika masih tinggal di Suriname, Soedirman yang sekarang sudah bermukim di Belanda, aktif di sebuah yayasan Islam di negara Amerika Latin itu. Pada tahun 1999 ia ke Belanda untuk naik haji, karena unruk berangkat langsung dari Suriname ke Arab Saudi banyak kesulitan.

Mau naik haji lewat Belanda
Tap setelah pulang dari Mekkah, ia tidak kembali ke Suriname dan malah menetap di negeri kincir angin ini. “Rencananya dua tahun, tapi sampai sekarang saya masih di sini, ” katanya sambil ketawa. Di sini, maksudnya di Belanda.

Berkat doa, tambah Soedirman, ia akhirnya bisa bekerja sebagai dosen biologi di sebuah sekolah menengah Islam di Rotterdam. Sekolah ini bernama Islamitische Schoolgemeenschap Ibn Chaldoun.

Untuk bisa mengajar bilogi di sekolah itu, insinyur peternakan jebolan Universitas Wageningen ini, harus melanjutkan studinya. “Pada 2002 saya akhirnya meraih ijazah Master of Sciense biologi di Universitas Leiden, ” tandas Soedirman.

Menulis mata pelajaran Islam
Sejak di Suriname Soedirman Moentari aktif menulis mata pelajaran agama Islam dalam bahasa Belanda. Bahan-bahannya banyak ia ambil dari Indonesia. “Karena anak-anak kami di Suriname dan di Nederland (Belanda, red) nggak bisa lagi bahasa Jawa, ” tandasnya.

Ia menambahkan di Suriname ada guru yang dikirim dari Indonesia dan mereka mengajar dalam bahasa Jawa. Ini berarti anak-anak muda tidak bisa banyak belajar Islam dengan guru-guru itu.

Belum sempat ke Indonesia
Menariknya “ustad” Soedirman ini memberi khutbah di masjid Suriname dalam dua bahasa yaitu Belanda dan Jawa. Bahasa Jawa untuk generasi tua dan bahasa Belanda untuk generasi muda. Tapi meski pintar berbahasa Indonesia, Soedirman belum sempat ke Indonesia.

Link: http://archief.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/seorang-muslim-jawa-suriname-yang-religius

 

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s