Belanda Harus Berani Menghadapi Halaman Kelam Sejarahnya

Partai Sosialis (SP) dan Partai Demokrat 66 (D66) mengimbau agar diadakan penelitian terhadap proses dekolonisasi Indonesia. Demikian disampaikan dua partai ini di de Tweede Kamer, parleman Belanda Kamis (28/11). Menurut Harry van Bommel dari SP, belakangan bermunculan “data-data baru yang mengejutkan”. Makanya anggota parlemen ini ingin agar dilakukan penyelidikan luas terhadap tindak kekerasan yang terjadi antara tahun 1945-1946 di wilayah bekas jajahan Belanda itu. Demikian dilaporkan koran Belanda De Telegraaf. D66 juga menginginkan penyelidikan serupa. Menurut Sjoerd Sjoerdsma, anggota parlemen dari partai beraliran tengah ini, “kini tiba saatnya Belanda harus berani menghadapi halaman hitam sejarahnya”.
Beberapa saat silam KITLV (lembaga budaya, bahasa dan sejarah) bersama NIMH (lembaga sejarah militer) dan NIOD (studi holokaus dan genosida) meminta dana kepada pemerintah Belanda untuk meneliti tindak kekerasan militer Belanda pada periode dekolonisasi tersebut. Menlu Belanda Frans Timmermans akhir tahun lalu mengatakan, pemerintah Republik Indonesia tidak membutuhkan penelitian seperti itu. Karena kekurangan dana, Februari lalu tiga lembaga tadi terpaksa menghentikan penelitian tersebut.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s