Indonesia Adalah Pasar Ketiga Terbesar di Asia

Ekonomi Indonesia tetap berkembang, meski ada krisis ekonomi Eropa. Demikian kata Fauzi Ichsan, Managing Director and Senior Economist of Standard Chartered Bank, Indonesia pada seminar yang digelar di aula Kementerian Luar Negeri Belanda, Selasa 11 Desember 2012. “Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (GDP) tahun depan akan meningkat,” katanya.

Perkembangan politik di Indonesia tidak perlu dikhawatirkan, jelas Fauzi. Dari para calon presiden yang akan ikut pada pilpres 2014 semuanya adalah muslim sekuler. Pakar ekonomi ini ingin menegaskan kepada para hadirin bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara agama.
Mengenai hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Belanda, pakar perbankan ini mengatakan, ekonomi Indonesia tidak banyak dipengaruhi oleh krisis global tahun 2008 dan krisis di Eropa sekarang.
Kemiskinan juga tidak akan mengancam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tambahnya . “Kemiskinan memang masih ada, tapi jumlah kemiskinan secara absolut berkurang.”
Namun demikian mungkin ada juga yang bisa menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ancaman itu adalah andaikan terjadi lagi krisis global yang lebih besar dari tahun 2008 yang membuat Lehman Brothers Holdings Inc bangkrut.
Dubes Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno Marsudi, mengatakan seminar yang digelar Indonesia Nederland Society (INS) itu sangat bermanfaat bagi Indonesia. Ini adalah bagian dari kebijakannya sebagai Dubes RI yang baru di negara yang mempunyai hubungan historis dengan RI itu. “Kita ingin memproyeksikan Indonesia baru pada publik Belanda. Tujuannya adalah untuk meningkatkan hubungan baik dengan Belanda,“ katanya.
Walhasil peluang untuk berbisnis dengan Indonesia sebagai pasar nomor tiga di Asia sangat besar. Dalam hal ini tepatlah kalau seminar ini berjudul: Indonesia’s Economic Growth in the 21st Century, Opportunities and challenges for teaming up with Asia’s third emerging market.
Seminar yang digelar dalam bahasa Inggris itu dihadiri dua mantan menteri Belanda: Bernard Bot (mantan Menlu) dan Wim Van Ekelen (mantan Menteri Muda Pertahanan). Van Eekelen adalah Ketua Dewan Pengawas Indonesia Nederland Society (INS), sebuah organisasi yang menghimpun masyarakat Belanda yang mau bersahabat dengan Indonesia.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s