Belanda dan Indonesia Diimbau Saling Mengerti

Bevrijdingsdag  pada 5 Mei merupakan hari pembebasan Belanda yang bisa dibandingkan dengan hari kemerdekaan bagi Indonesia dari belenggu penjajahan Belanda. Tanggal 5 Mei 1945 Jerman bertekuk lutut. Di tanggal itu juga  Perang Dunia Kedua (PD II) berakhir.

Tapi bagi warga Belanda yang pernah tinggal di Asia, terutama di Indonesia atau Hindia Belanda (sebutan Indonesia kala itu bagi orang Belanda), ada lagi hari pembebasan penting, yaitu tanggal 15 Agustus 1945, tanggal tentara Jepang resmi menyerah. Saat itu kawula Belanda dibebaskan dari kamp-kamp Jepang, termasuk yang di Indonesia.

Di Belanda ada dua monumen tempat warga asal Hindia Belanda memperingati hari pembebasannya. Di Den Haag namanya Indisch Monument dan di Roermond, Belanda Selatan,  disebut Nationaal Indie Monument NIM atau Monumen Hindia Nasional 1945-1962. Tiap tanggal 15 Agustus diselenggarakan upacara hari pembebasan mengenang korban sipil di Asia.  Perayaan di NIM diadakan tiap hari Sabtu pertama bulan September. Sabtu lalu, 1 September 2012,  acara dihadiri Putra Mahkota Willem Alexander yang meletakkan karangan bunga.

Putera mahkota ditemani menteri pertahanan Hans Hillen dan Panglima Angkatan Bersenjata Belanda, Tom Middendorp.

Setidaknya 20.000 veteran hadir untuk mengenang arwah sekitar 6200 tentara Belanda yang tewas saat menjalankan misi di Hindia Belanda dan Nugini (Papua). Empat pesawat tempur F16 milik pangkalan Volkel menggelar penerbangan “missing man”.

Dalam sambutannya menhan Hans Hillen mengatakan, perpisahan antara Belanda dan Indonesia dulu terjadi dalam suasana saling menyalahkan dan saling tidak mengerti. Dia memuji Indonesia sekarang sebagai negara demokrasi yang besar dan mengimbau kedua negara agar tidak melihat ke belakang, tapi terutama ke depan.  Ia juga mengajak agar Belanda dan Indonesia menjalin hubungan berdasarkan saling menghargai.

Namun Menteri Hillen memahami, bahwa bagi para veteran yang pernah bertugas di Hindia Belanda, mengenang masa lalu itu penting. Ia memahami pula bahwa para veteran dari Hindia Belanda sempat diabaikan jasa mereka, baik oleh pemerintah maupun oleh beberapa kalangan masayarakat Belanda.

Dengan mendirikan Monumen di Roermond dan di Den Haag pemerintah Belanda resmi mengakui penderitaan dan jasa warga Belanda yang pernah tinggal dan tentara Belanda yang pernah ditugaskan di Hindia Belanda. Dengan demikian mereka memiliki tempat untuk merayakan hari pembebasan.

Sumber: http://www.nu.nl

.

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s