Pengikut Wilders Menilai Gagasannya Tidak Realistis

Mayoritas pendudung PVV atau Partai Untuk Kebebasan pimpinan politisi anti Islam Geert Wilders menilai program partai tersebut terlalu muluk.

Malah program PVV tidak dianggap serius oleh mereka, tapi hanya dipandang sebagai sinyal adanya masalah yang berkaitan dengan integrasi kelompok migran, terutama yang muslim. Inilah kesimpulan utama dari sebuah buku karangan seorang penulis Belanda Chris Aalberts, yang akan beredar minggu depan.

Untuk menulis bukut tersebut, Aalberts mewawancarai puluhan pendukung PVV menanyakan motif mereka menyontreng PVV.  Sekelompok pendukung utama PVV memang sependapat dengan kritikan Wilders terhadap Islam, tapi mayoritas tidak begitu setuju dengan rencana Wilders untuk memberlakukan pajak jilbab, apa yang disebutnya ‘kopvoddentaks’ atau pajak lap kepala. Beberapa pendukung PVV bahkan menilai rencana itu bisa menjadi momok.

Mayoritas pendukung PVV memang tidak mencari partai yang mempunyai kebijakan yang realistis, tapi mencari partai yang memberi sinyal yang jelas. Demikian simpul Aalberts. Para responden sadar, warga yang mendukung PVV terdiri dari kelompok masyarakat yang dikenal sebagai “rasis yang bodoh dan asosial”, atau apa yang disebut “Tokkies’. Dalam risetnya Aalberts menjumpai orang-orang yang memang mengatakan,bahwa mayoritas pemilih PVV itu bodoh dan berpendidikan rendah. Mereka menganggap diri mereka berbeda dari yang lain.

Joost Eerdmans, seorang mantan politisi partai populis Belanda lainnya, berpendapat mayoritas pendukung PVV memang tidak menganggap penting apakah rencana Wilders realistis atau tidak, tapi mereka menikmati cara Wilders menyerang para politisi dari partai-partai mapan di Belanda. Demikian tertera di kata pengantar buku tersebut.  Menurut Eerdermans, PVV hanya bisa runtuh kalau Wilders mundur atau munculnya tokoh kuat dari luar partai.

Aalberts adalah dosen komunikasi politik di Universitas Erasmus, Rotterdam. Buku yang berjudul  Achter de PVV (Di Balik PVV) akan dipresentasikan  14 Augustus mendatang.

Sumber: http://www.nu.nl

Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s