Indonesia Bosan Dengan Tudingan Belanda

Standar hak asasi manusia atau HAM Indonesia tidak bisa diharapkan sama dengan Belanda. ” Tapi kalau dilihat dengan baik, Indonesia banyak mencapai kemajuan.”

Demikian dikatakan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Retno Marsudi,Sabtu terhadap koran De Telegraaf. Ia menanggapi gagalnya Belanda menjual tank ke Indonesia. Ibu Retno menambahkan, Suharto baru lengser pada 1998. Tapi sejak itu menurut Dubes banyak terjadi perubahan. “Apa yang terjadi di Indonesia sekarang sangat menggembirakan,”Ia antara lain merujuk perkembangan demokrasi di Indonesia.

Menurut dia, tidak jelas apa yang persis dimaksudkan Belanda berkenaan dengan adanya pelanggaran hak asasi manusia HAM di Indonesia. “Kedengarannya semacam tudingan umum. Kalau diskusi ini berlanjut, hubungan bilateral kita bisa terganggu.”

Masalah

Dubes Retno mengakui Indonesia masih menghadapi berbagai masalah, tapi ia menantang agar Belanda menyebut nama negara di dunia ini yang tidak bermasalah. Menurut Dubes, Indonesia juga negara progresif. “Contohnya saya adalah dubes RI perempuan pertama untuk Kerajaan Belanda.”

Hubungan antara Belanda dan Indonesia, menurut Dubes Retno, kadang-kadang maju satu langkah lalu mundur dua langkah. “Tapi mulai sekarang marilah kita maju ke depan.” Menurut dia, Belanda harus memperlakukan Indonesia dengan jujur.

Menurut de Telegraaf, politisi Indonesia berpendapat, Belanda jangan terlalu keras berbicara soal pelanggaran HAM di Indonesia, karena misalnya tentara Belanda pernah melakukan pembunuhan massal di berbagai desa Indonesia pada  1947 dan  1948.

Hubungan bilateral

Retno Marsudi mengatakan, hubungan Indonesia dengan Belanda sekarang baik, tapi bisa lebih baik.Menlu Belanda Uri Rosenthal (dari partai liberal konservatif VVD) sudah berbicara dengan Dubes Retno mengenai gagalnya pembelian tank. Kedua tokoh ini bertekad untuk memelihara hubungan baik antara kedua negara. .

Senin minggu lalu, muncul berita bahwa Indonesia akan membeli seratus tank dari Jerman. Dengan demikian rencana pembelian delapan puluh tank Belanda, gagal. Menlu Rosenthal dan juga menteri pertahanan  Hans Hillen (dari partai kristen demokrat CDA), merasa kecewa.

Bulan lalu parlemen Belanda, de Tweede Kamer, menyatakan menentang penjualan tank Leopard, karena khawatir tank-tank tersebut akan digunakan untuk menindas rakyat. Deal ini bernilai sekitar dua ratus juta euro.

Sumber: http://www.nu.nl

http://www.nu.nl/binnenland/2853598/indonesie-vingertje-van-nederland-beu.html

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s