Pulihkan Indonesia dan Selamatkan Rakyat Indonesia

Bari Muchtar

Sumber: RNW

Minggu depan Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) akan menggelar Pertemuan Nasional Lingkungan Hidup (PNLH) yang melibatkan 498 anggota Walhi seluruh Indonesia. Apa saja kegiatannya?

Menurut Mukri Friatna, Kepala Departemen Advokasi Walhi, pertemuan yang diselenggarakan empat tahun sekali ini tidak hanya diikuti oleh Walhi saja, tapi juga LSM-LSM lain seperti Greenpeace, Sawit Watch dan lain-lain.

“Tema tahun ini adalah “Pulihkan Indonesia dan Utamakan Keselamatan Rakyat,” lanjut Mukri. Salah satu hasil yang diharapkan dapat dicapai dalam pertemuan ini adalah MoU yang ditandatangani semua pihak tentang jalan baru untuk pemulihan alam Indonesia, salah satunya adalah ekologi.

Untuk melaksanakan program ini, Walhi memerlukan keterlibatan masyarakat madani lainnya.

Forum diskusi
Kegiatan diawali tanggal 10 April berupa pendidikan konservasi khusus bagi para pencinta alam. Kegiatan lain adalah forum diskusi grup (FGD) tentang bermacam topik seperti agraria, perkebunan skala besar dan lain-lain.

Hasil FGD ini akan dibawa ke seminar atau konferensi lingkungan hidup. Konferensi ini diharapkan akan melahirkan “Piagam Balikpapan”. Pertemuan ini digelar di Balikpapan, Kalimantan.

Hasil level kedua dari konferensi lingkungan tersebut akan dibahas lagi di internal Walhi. Tujuannya untuk mengambil keputusan yang bersifat mengikat terhadap seluruh anggotanya.

Kepengurusan
Agenda lainnya dari pertemuan ini adalah melakukan restrukturisasi kepengurusan Walhi. Dengan kata lain akan disusun pengurus baru Walhi menggantikan pengurus lama yang masa jabatannya dari 2008 sampai 2012. Pada konferensi ini juga akan dipilih Dewan Nasional dan Eksekutif Nasional yang baru.

Walhi sengaja memilih Balikpapan sebagai tempat pertemuan akbar LSM lingkungan ini. “Karena kerusakan hutan akibat pertambangan, akibat perkebunan itu luar biasa,” jelas Mukri.

Sementara itu, jumlah LSM lingkungan hidup yang aktif di kawasan ini hanya dua yaitu Walhi dan Jaringan Advokasi Pertambangan (JATAM).

Pertambangan
Jaringan yang didirikan oleh Walhi ini tampaknya memerlukan dukungan pihak lain untuk melakukan kegiatannya. Soalnya makin banyak hutan yang ditebang oleh industri pertambangan.

“Hutan itu semakin hari semakin berkurang yang salah satunya akibat pemberian konsesi pertambangan kepada pengusaha-pengusaha,” katanya. Dalam pemberian konsesi ini, lanjut Mukri, terjadi tumpang tindih.

“Pertama tumpang tindihnya dengan kawasan kehutanan. Yang kedua tumpang tindih dengan kawasan perkebunan. Yang ketiga tumpang tindih dengan kawasan masyarakat adat.”

Selain masalah pemilikan lahan itu, juga ada masalah pencemaran. Jebolnya beberapa tempat penampungan batu bara khususnya mengakibatkan limbah mengalir ke berbagai sungai di Kalimtan Timur itu.

Pemerintah
Hajatan Walhi akan dihadiri oleh dua menteri yaitu Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungah Hidup Balthasar Kambuaya.

Kedatangan dua pejabat negara ini sangat penting bagi LSM yang pendapatnya seolah sering bertolak belakang dengan pemerintah ini. Mukri menjelaskan, dengan menghadiri pertemuan ini para tokoh pemerintah itu bisa menyaksikan sendiri iktikad baik para aktivis untuk memulihkan lingkungan Indonesia yang semakin rusak.

Untuk mencapai tujuan itu maka Walhi perlu bekerjasama dengan pihak pemerintah. Kalau tidak, simpul Mukri, Walhi tidak mungkin melaksanakan kegiatan-kegiatannya dengan optimal.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s