Perusahaan konstruksi Ballast Nedam diduga menyogok Raja Saudi

Logo perusahaan Ballast Nedam ©Ballast Nedam

Logo perusahaan Ballast Nedam
©Ballast Nedam

Perusahaan Konstruksi Belanda Ballast Nedam diduga pernah menyogok Raja Saudi Fahd dan Abdullah antara 1996 dan 2003.

Demikian dilaporkan organisasi penyiaran Human Senin (27/02) berdasarkan informasi dari Dinas Pelacakan dan Intelijen Pajak (FIOD), di mana Human sendiri sempat melihatnya sebagian.

Totalnya anggota Keluarga Raja Saudi menerima uang sogok senilai setengah miliar dolar dari  Ballast Nedam.

Perusahaan Bangunan ini pada 2012 sudah membayar  uang damai sebanyak 17.5 juta euro kepada Kejaksaan Belanda dalam kasus penyogokan terkait, tetapi dalam dokumenter yang akan disiarkan Senin malam waktu Belanda atau Selasa dini hari waktu Indonesia, detil berita ini akan terbongkar.

Ballast Nedam membayar uang pelicin itu untuk memperoleh tender bangungan untuk badan-badan hukum antara lain Liechtenstein, British Virgin Islands, Cyprus dan Jersey. Perusahaan-perusahaan ini meneruskan uang tersebut kepada keluarga raja.

Ballast Nedam diduga memanfaatkan daftar nama samaran. Raja Abdullah dan Fahd disebut Bassie dan Adriaan, dua nama clown terkenal di Belanda.

“Bagi kami muncul dugaan bahwa yang terkait menggunakan daftar nama ini di Ballast Nedam untuk membayar sogokan-sogokan tersebut. Ternyata pada suatu ketika disusun daftar orang-orang yang bakal dan sudah menerima uang sogokan dan yang dinominasikan untuk menerima sogokan,” tegas FIOD.

Ballast Nedam tidak bersedia menjawab pertanyaan Human tentang kasus ini. Perusahaan memberi tahu sudah menyusun pedoman integritas baru untuk mencegah hal yang sama terjadi lagi.

Sumber: NU.nl

Dipublikasi di Berita | Tag , | Meninggalkan komentar

Peringatan Pertempuran di Laut Jawa di Belanda

© Royal Navy Official Photographer

© Royal Navy Official Photographer

Baik di Indonesia maupun di Belanda Senin 27 Februari 2017 akan diperingati Pertempuran di Laut Jawa atau dalam bahasa Belanda disebut de Slag in de Javazee yang terjadi 75 tahun lalu. Di Den Haag Belanda, acara peringatan digelar di sebuah gereja tua Kloosterkerk. Sekitar 450 ahli waris, satu korban selamat, Menteri Pendidikan Jet Bussemaker dan Menteri Pertahanan Jeanine Hennis-Plasschaert akan hadir.

Di Pertempuran Jawa pada 1942 itu sebuah eskader yang terdiri dari kapal-kapal Angkatan Laut (AL) Amerika, Inggris, Australia dan Belanda gagal menghadang armada invasi Jepang yang berada di perjalanan menuju Jawa. Komando ada di tangan Admiral Karel Doorman.

Pertempuran itu menelan nyawa 915 tentara AL Belanda, di antaranya terdapat 200 tentara Hindia Belanda (nama Indonesia di zaman Belanda, red.) Pertempuran yang berlangsung tujuh jam di laut itu berakhir dengan diterpedonya kapal penjelajah De Ruyter dan Java dan pemusnah torpedo Kortenaer.

Tahun lalu berhasil diketahui bahwa tiga kapal perang yang ditenggelamkan itu tidak berada lagi di dasar laut. Rongsokannya dapat dipastikan sudah dievakuasi secara ilegal, kemungkinan besar untuk dijual baja dan besinya. Kapal-kapal itu dapat dikatakan sebagai makam perang bagi ratusan penumpang kapal.

Di Indonesia juga akan diselenggarakan peringatan. Upacara di Makam Pahlawan Belanda Kembang Kuning di Surayabaya kan dihadiri oleh puluhan ahli waris korban. Di monumen Karel Doorman akan diletakkan karangan bunga. Mantan Menteri Piet Hein Donner akan menghadiri upacara atas nama Oorlogsgravenstichting (Yayasan Kuburan Perang). Hari Rabu Komandan Angkatal Laut Belanda Letjen Rob Verkerk, akan mengunjungi makam tersebut. Ia akan meletakkan karangan bunga atas nama Koninklijke Marine (Angkatan Lalut Kerajaan)

Sumber: omroepwest.nl

Dipublikasi di Berita | Tag , | Meninggalkan komentar

Koki Indonesia dari Belanda diundang ke Moskow Rusia

Rijsttafel di sebuah restoran Indonesia di Belanda ©nl.m.wikipedia.org

Rijsttafel di sebuah restoran Indonesia di Belanda
©nl.m.wikipedia.org

Tiga juru masak Indonesia yang berkelas yang bekerja di Belanda akan memperkenalkan kuliner modern Indonesia di Rusia. Atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow, dari tanggal 3 sampai dengan 7 Maret mereka akan menampilkan menu Indonesia dalam rangka Minggu Kuliner Indonesia atau Indonesian Culinary Week di Restoran BALKON.

Chef Roberto Respati yang bekerja di Hilton Shiphol, chef Agus Hermawan dari Ron Gastrobar Indonesia dan chef Eduard Roesi dari Toko Iboe Tjilik menggunakan pengalaman mereka di bidang masakan Barat untuk menciptakan versi baru makanan Indonesia.

Bukan hidangan yang dikenal sebagai rijstafel di Belanda yang akan ditampilkan tetapi piring-piring yang dihias tanpa menghilangkan rasa trasional Indonesia yang bakal diperkenalkan. Setelah para pengunjung event Presiden Indonesia di Lisabon, Portugal, Cusine Food Festival di Cairo, Mesir, Die Weinmacher di Niederkirchen di Jerman, Festival Couleurs d’Indonesie di Paris, Prancis kini giliran warga Moskow akan menikmati seni masak yang istimewa ini.

Penyelenggaranya adalah Stichting Indonesia Satu yang bertujuan untuk mempromosikan dan menginovasi masakan Indonesia. Keberagaman nusantara yang sangat luas dan tradisi kulinernya yang bermacam-macam kurang dikenal di luar Belanda. Kota Moskow yang penduduknya sekitar 12 juta jiwa itu belum memiliki restoran Indonesia satu pun.

Dipublikasi di Berita | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Penelitian perang Hindia Belanda berlangsung empat tahun

Tentara Belanda di zaman Aksi Polisionil ©SNP

Tentara Belanda di zaman Aksi Polisionil
©SNP

Penelitian yang diumumkan bulan September lalu tentang proses dekolonisasi  yang berdarah di Hindia Belanda (nama Indonesia di zaman Belanda, red) akan memakan waktu empat tahun dan akan diawali September nanti. Untuk itu pemerintah Belanda akan menyediakan dana 4,1 juta euro . Demikian diumumkan Menteri Luar Negeri Bert Koenders, Menteri Pertahanan Jeanine Hennis dan Menteri Muda Kesehatan Martin van Rijn.

Bukan hanya tindakan tentara, kepolisian dan para politisi Belanda saja yang akan diteliti, tapi juga tindakan kekerasan di zaman Bersiap atau zaman perjuangan kemerdekaan RI. Ini adalah zaman penuh kekacauan dan tindak kekerasan yang berawal dari bulan Agustus 1945 sampai awal 1946, yang banyak menelan nyawa orang Belanda dan orang-orang yang diduga memihak kepada mereka.

Para peneliti dari lembaga-lembaga Belanda seperti NIOD, KITLV dan NIMH akan bekerjasama dengan para sejarawan Indonesia. Selain itu bersama Veteraneninstituut (Lembaga Veteran) akan dibentuk sebuah platform yang bisa diakses oleh dunia internasional.

Menteri Koenders mengatakan: “Saya yakin, ini akan membantu untuk mengklarifikasi zaman yang penuh gejolak dari masa lalu kita itu dan menerapkan pelajaran dari masa lalu itu di dalam kebijakan sekarang dan mendatang.”

Sumber: Algemeen Dagblad.

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Polisi Belanda asal Maroko membocorkan rahasia

Wilders dan para pengawalnya ©NOS

Wilders dan para pengawalnya
©NOS

Seorang polisi Belanda asal Maroko ditangkap karena membocorkan informasi kepada geng asal Maroko. Faris K, yang bekerja di Dinas Pengawalan dan Keamanan DBB, juga termasuk tim pengawal Geert Wilders, politisi anti Islam yang banyak mengalami ancaman dari kelompok muslim radikal.

Pemimpin partai PVV yang diduga bakal menang pada pemilu 15 Maret mendatang, kaget dan berang. “Kalau saya tidak bisa mempercayai DBB sepenuhnya, maka saya tidak bisa bekerja lagi. Ini tidak bisa diterima,” tulisnya melalui twitter.

Pihak Parlemen juga kaget dan marah. Hampir semua anggota de Tweede Kamer itu menekankan bahwa aspek keamanan selalu merupakan prioritas paling penting dan bahwa politisi harus bisa melakukan tugasnya. Kata-kata seperti “memprihatinkan”, “mengejutkan” dan “mengerikan” keluar dari mulut mereka.

Namun Kepala Polisi Nasional Belanda, Erik Akkorboom, mengatakan, keamanan Geert Wilders tidak pernah bermasalah.

Wilders sendiri tidak banyak bereaksi lagi. Dalam tweetnya ia menulis bahwa ia tidak mau berpendapat tentang kemanannya sendiri. Ia menilai bahwa kasus ini sangat serius dan pemerintah juga menanggulanginya dengan serius.

Dipublikasi di Berita | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Indonesia paling rentan menjadi korban kriminalitas cyber

©http://www.binushacker.net

©http://www.binushacker.net

Pada 2016 pengguna komputer Belanda paling sedikit kena gangguan kriminalitas cyber dan bentuk-bentuk lain kriminalitas online. Sekitar 14 persen warga Belanda pernah berurusan dengan kiriminalitas cyber. Ini merupakan persentase terendah dari negara-negara yang diselidiki oleh Symantec.

Lembaga ini mengajukan pertanyaan kepada sekitar 20.000 orang dari 21 negara.

Para peneliti berbicara dengan penduduk di berbagai negara Eropa, Amerika Serikat dan Asia. Rusia dan banyak negara Afrika tidak dilibatkan dalam penelitian ini.

Warga Indonesia paling rentan untuk menjadi korban kriminalitas cyber. Sekitar 59 warga pernah kena dampak kriminalitas cyber.

Sementara di Amerika sekitar 39 warganya pernah menjadi korban kiriminalitas cyber pada 2016 itu. Dengan demikian, Amerika merupakan negara maju yang paling rentan menjadi korban kriminalitas cyber.

Di seluruh dunia sekitar 31 penduduk menjadi korban kriminalitas cyber pada tahun 2016 itu. Jadi hampir 689,4 juta orang. Serangan online ini mengakibatkan kerugian 125,9 miliar dolar.

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Malam Dadakan dan Kekaguman

srimpiStichting Javanen ing Flevoland disingkat SJIF, sebuah yayasan warga Jawa Suriname yang berpusat di provinsi Flevoland Sabtu (18 Februari 2017) malam merayakan ultah ke duabelas. Sekitar delapan tahun lalu, ketika saya masih berstatus wartawan di Radio Nederland Siaran Bahasa Indonesia, saya berkenalan dengan yayasan yang dipimpin oleh pak Kaboel Karso ini.

Kolom: Bari Muchtar

Saat itu saya bersama rekan  Eka Tanjung meliput perayaan Hari Raya Idulfitri atau apa yang dalam Bahasa Jawa disebut Bada. Saya tidak tahu cara mengucapkan kata ini dengan tepat. Mungkin cara menulisnya juga bisa salah. Maklum saya orang Sumatra Selatan.

Namun sejak itu saya sering diundang kalau mereka ada kegiatan. Para keturunan buruh murah yang diangkut oleh Belanda ke Suriname sekitar 120 tahun lalu ini ternyata sangat mencintai budaya nenek moyang mereka. Tanpa peduli kepada agama yang dianut mereka masing-masing – mayoritas  muslim, ada pula yang abangan, katolik, kristen dan mungkin agnostik-  mereka  hanya fokus kepada budaya.

Ceramah
Bukan hanya berpesta dan berdansa sampai larut malam, tapi pertemuan-pertemuan mereka sangat banyak menggelar tema-tema budaya yang serius seperti adat istiadat berkaitan dengan kelahiran dan sebagainya. Acara-acara itu sering berupa ceramah dan diskusi. Pada malam itu mereka mengundang seorang pakar keris. Tentu anda mungkin mengira: wah pasti orang Jawa. Bukan. Dia orang Belanda. Namanya Philip Hartman. Pengetahuannya soal keris luar biasa. Dia bisa menerka suatu keris berasal dari misalnya kerajaan Majapahit dan berapa harganya sekarang andaikan mau dijual. Pengetahuannya tentang benda yang mungkin dinilai oleh beberapa pihak di tanah air sebagai klenek itu, mengagumkan saya.

Dubes Puja
Suatu hal yang mengagumkan juga dan menjadi kejutan pula terutama bagi teman-teman orang Jawa Suriname ini adalah kehadiran Dubes RI untuk Kerajaan Belanda bapak  I Gusti Agung Wesaka Puja. Kehadiran pak Puja ini merupakan kehadiran pertama diplomat tertinggi dari KBRI Den Haag.

Dalam pidatonya yang bercampur bahasa Jawa sedikit-sedikit diplomat asal Bali ini mengatakan. “Merupakan suatu kehormatan bagi saya berada di sini. Dan ini untuk pertama kali saya berada di tengah orang-orang Suriname berasal dari Jawa.” Dalam bahasa Jawa ia juga mengatakan bahwa keturunan Jawa.

Setelah pidato dan ceramah, acara dilanjutkan dengan pagelaran tarian. Seorang penari keturunan Jawa muncul dengan tari topeng. Rencananya akan ada pagelaran pencak silat, tapi batal karena guru silantya  mendadak harus kerja mengantikan sejawatnya yang kena musibah kematian. Demikian diumumkan ibu  Christine Tomopawiro sebagai MC.

Saya pun membisikkan kepada pak Kaboel Karso bahwa pak Puja suka dan pintar menari Bali. Usulan ini disambut dan langsung saja secara resmi MC memohon pak Dubes menari Bali. Hampir seperempat hadirin pun memasang smartphonenya untuk memoto atau membuat film sang diplomat yang menari ini. Semuanya terkagum. “Saya sangat kagum”, kata mbak Chrizzi (nama panggilan Christine Tomopawiro). Tepuk tangan dan elu memenuhi ruangan yang cukup besar di gedung pertemuan Corba di Almere itu.

Sajojo

Lalu ada dadakan lagi. Mbak Dwi Harianie, wong Jowo dari Indonesia, mengusulkan untuk menari Sajojo bersama. “Ayo kita menari Sajojo bersama-sama”, kata ketua PWI (Perkumpulan Warga Indonesia) ini. Langsung deh! Dubes Puja, pak June Kuncoro, Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Den Haag, pak Kaboel, mbak Chrizzi, saya sendiri dan banyak hadirin yang lain ramai-ramai menari Sajojo.

Selain mangagumakan dan penuh dadakan, malam itu bagi adalah malam Bhinneka Tunggal Ika di mana orang (asal) Indonesia yang merantau atau menjadi diaspora tanpa peduli agama beramai-ramai merayakan budaya leluhur.

 

Dipublikasi di Berita, Kolom/Analisis | Tag , , , | Meninggalkan komentar