Heboh gara-gara Polwan Amsterdam mengenakan jilbab

Polwan Amsterdam berjilbab
©twitter

Polisi Amsterdam akan berbicara dengan polwan yang Sabtu 20 Mei mengenakan jilbab saat bertugas. Niat mau berbicara dengan polwan ini diambil setelah ada imbauan Kepala Polisi Pieter-Jaap Aalbergsberg, yang inigin mengajak berdiskusi tentang pencabutan larangan berjilbab bagi polwan Belanda.

Sepertinya polisi Amsterdam tidak begitu suka dengan tindakan polwan terkait. Soalnya, menurut twee polisi Amsterdam, polwan ini bertindak bukan atas korps. Polisi juga tidak berencana mengubah pakaian seragam polisi, dengan kata lain mengizinkan polwan mengenakan jilbab. “Kami mau berbicara dengan polwan terkait. Berkenaan tindakan pribadi itu. Pakaian seragam kami sifatnya bebas gaya hidup, dan ini tidak akan berubah.”

Menurut seorang politisi lokal Amsterdam, Sofyan Mbarki, polwan itu melakukan hal tersebut sebagai tindakan solidaritas, karena ia mendukung agar korps polisi terdiri dari berbagai orang dari macam-macam agama dan budaya.

Tindakan polwan, yang mengatakan bahwa dirinya bukan seorang muslimah itu, menyulut berbagai reaksi di jaringan sosial. Menurut Mbarki, di jalanan reaksinya positif, tapi di twitter banyak reaksi negatif.

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Turnamen Badminton PPNI-BWI Cup 2017

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Belanda bekerjasama  dengan Badminton Woensdag Indonesia (BWI) akan menyelengarakan turnamen keempat pada hari Ahad 21 Mei 2017 mendatang.

Menurut koordinator pertandingan Faizal Asmara, biasanya turnamen diselenggarakan di bulan Agustus yang temanya di seputar semangat kemerdekaan. Karena takut berbenturan dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, maka event tahun ini diselenggarakan di bulan Mei. “Temanya kali ini adalah Hari Perawat Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Mei,” tuturnya.

Event yang disebut resmi PPNI-BWI Cup ini berbeda dengan event-event turnamen badminton lain.   Pertama, penyelenggaraannya tanpa ada bantuan dana dari luar seperti misalnya dari KBRI. “Terlaksananya kegiatan ini adalah swadaya teman-teman. Hampir semua menyumbang, terutama yang punya warung yang sukses,” kata Faizal.

Kedua, event ini diselenggarakan di gedung khusus untuk badminton yakni Badminton Vereniging Almere (BVA) yang berkaliber internasional. Tidak hanya lapangannya sangat bagus, BVA juga merupakan perkumpulan badminton Belanda yang  banyak menelorkan juara-juara badminton Belanda. “”Misalnya Eric Pang,” kata lelaki asal Sulawesi ini.

Selain itu hadiah yang diberikan merupakan tertinggi dari turnamen-turnamen lain yang diselenggarakan masyarakat Indonesia. Faizal menambahkan hadiahnya tidak akan menyimpang dari apa yang tertera di flyer yaitu 450 euro.

Di samping hadiah utama, juga ada doorprize dan semua peserta akan dikasih sertifikat. Meski hadiah memang penting bagi keikutsertaan turnamen ini, tapi yang terpenting adalah kebersamaan atau Silaturrahim.

Dengan senang hati Faizal Asmara mengatakan bahwa PPNI-BWI Cup kali ini akan dibuka oleh Dubes Besar RI untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja.

Turnamen digelar mulai jam 9 pagi di gedung BVA, Bongerdtstraat 6, Almere. Untuk informasi lebih lanjut silakan kontak Faizal di nomor telpon: +31 634 390373.

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Belanda Tidak Berhak Berbicara tentang Indonesia

Marjolein van Pagee
©facebook

Hubungan antara Belanda dan Indonesia rusak sama sekali akibat masa lalu, tapi alih-alih membaik malah tiap ada kesempatan kita selalu mau menggurui Indonesia. Demikian Marjolein van Pagee mengawali opininya di koran Trouw yang berjudul “Nederland heeft geen recht van spreken atau Belanda tidak berhak berbicara”. Mahasiswa sejarah kolonial ini mengambil kasus vonis dua tahun Ahok sebagai contoh. Ia mengkritik anggota parlemen dari partai Kristen, Voordewind, yang serta merta meminta dukungan anggota parlemen Belanda lainnya untuk medesak menlu Belanda Koenders mengimbau pemerintah Indonesia untuk membebaskan Ahok.

Menurut Marjolein Belanda merasa, bahwa hak asasi manusia (HAM)tidak bermasalah di negeri kincir ini.  “Kita mengira, pelanggaran HAM di masa lalu tidak memegang peranan lagi. Pada 2005 Menlu Belanda Ben Bot sudah menyatakan penyesalan di upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI di Jakarta. Selain itu Belanda akan melakukan penyelidikan kembali terhadap kejahatan perang tentara Belanda yang terjadi di zaman perjuangan kemerdekaan RI dulu,” tulisnya.

Namun orang Indonesia berbeda pendapat, lanjutnya. Hal ini diketahuinya dari berita-berita yang diterimanya dari teman-temannya yang muslim dari Indonesia. Salah satunya adalah Yusuf dari Madura.  Marjolein yang kakeknya pernah bertugas sebagai militer Belanda di Indonesia ini menambahkan bahwa pada 2014 dirinya pernah melakukan penyelidikan di Madura terhadap kuburan massal tahun 1947. “Sekitar ratusan pemuda Madura saat itu terbunuh. Marinir Belanda membalas serangan dengan senapan mesin, serangan yang tidak seimbang melawan orang Madura yang bersenjata pedang dan bambu runcing.”

Selanjutnya Marjolein menulis di kolom itu bahwa Yusuf menilai vonis Ahok adalah wajar, karena ia menghina Al Quran. “Pendapat Yusuf ini disetujui oleh banyak teman moslim Indonesia saya,” tulis Marjolein. Lelaki Madura ini berpendapat, Voordewind membela Ahok karena dia Kristen. Yusuf mengkritik sikap munafik Belanda yang pernah menjajah Indonesia selama 350 tahun: “Kenapa Belanda hanya bersuara kalau berkaitan dengan seorang gubernur Kristen, kenapa tidak ada suara saat jutaan muslim di Timur Tengah menjadi korban imperialisme Amerika, dengan dalih memerangi teroris,” tulis Marjolein mengutip Yusuf.

Terlepas dari setuju atau tidak setuju dengan pendapat Yusuf, tapi ia bukan satu-satunya yang berpandangan seperti itu. Presiden Jokowi menghadapi tantangan besar untuk menegakkan persatuan di antara 250 juta penduduk Indonesia. “Meski vonis ini sangat menyedihkan dan tidak adil bagi diri Ahok, tapi Indonesia tidak menginginkan anjuran sok tahu dari seorang Belanda seperti menlu Koenders. Apalagi kalau melihat betapa munafiknya Belanda dalam menyikapi sejarah kolonialnya,” lanjut Marjolein dalam tulisannya.

Dalam tulisan ini Marjolein menyatakan ia mendukung teman-temannya orang Indonesia yang turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas terhadap Ahok. Tapi ia tidak mendukung usulan Voordewind untuk meminta menlu Belanda Koenders agar mendesak pemerintah RI untuk membebaskan Ahok. Sikap ini dinilainya munafik.

Terakhir ia mahasiswa S2 Universitas Leiden ini memperingatkan bahwa fasal yang digunakan untuk memvonis Ahok itu adalah fasal warisan Belanda. “Siapa yang mengkritik proses hukum di Indonesia, harus menyadari bahwa UU yang digunakan untuk memvonis Ahok adalah ciptaan kita (Belanda,red) pada zaman kolonial dulu,” tulis Marjolein menutup kolomnya.

Sumber:Trouw

Dipublikasi di Berita | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Banyak Cina Mau Membeli Real Estate di Giethoorn, Belanda

Desa wisata Giethoorn
©Gouwenaar

Rumah-rumah di desa wisata Giethoorn, Belanda, menarik minat warga Cina. Belakangan sudah tujuh rumah dibeli oleh investor Belanda asal Cina. Hal ini membuat sebagian penduduk desa wisata air itu prihatin. “Saya khawatir kampung ini bakal terlalu ramai,” kata seorang warga.

Cees van Groeningen dari organisasi advokasi warga Giethoor “‘t Gieters Belang” khawatir rumah-rumah yang mau dijadikan penginapan Airbnb itu tidak bakal berpartisipasi dengan kegiatan sosial desa. Dia khawatir nanti di desa itu hanya terlihat lampu neon dan billbord dan tiap rumah menjadi rumah liburan.

Makanya Cees van Groeningen ingin agar kebijakan penjualan real estate di desa yang mungin nan indah itu diperketat.

Namun Bert Deddens  pejabat senior pemerintah kotapraja Seenwijkerland, yang membawahi desa Giethoorn melihat ini sebagai perkembangan positif. “Saya maklum kalau ada warga yang khawatir, tapi kalau dapat duit kan enak juga,” katanya.

Sebenarnya tidak mudah bagi orang asing untuk berinvestasi di real estate di Belanda. Pakar Cina Boudewijn Poldermans mengatakan, aturan Belanda termasuk paling ketak di Eropa. Menurut UU Migrasi Belanda, investor asing harus sekurangnya menanam modal 1,25 juta euro agar bisa memperoleh izin tinggal di Belanda. “Oleh karena itu orang-orang kaya Cina pergi ke Spanyol dan Portugal, karena aturan di negara-negara ini sangat longgar.”

Namun investor Cina tidak habis akal. Mereka membeli real estate di Belanda atas nama saudaranya yang sudah menetap di Belanda. Alasan kenapa orang Cina mau berinvestasi di real estate di luar negeri, karena kondisi real estate di Cina tidak stabil. Dan mereka ini adalah orang-orang yang menjadi kaya berkat real estate sehingga tahu betul dunia real estate.

Sumber: eenvandaag

Dipublikasi di Berita | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Upaya Pertama Pembentukan Kabinet Belanda Gagal

Informatur Edith Schippers
©nos.nl

Pembicaraan mengenai pembentukan kabinet antara partai liberal konservatif VVD, partai kristen DCA, partai demokrat D66 dan partai kiri hijau GroenLinks gagal. Demikian diumumkan informatur Schippers Senin malam waktu Belanda.

Senin itu merupakan hari ke 61 perundingan tentang pembentukan kabinet. VVD, CDA, D66 dan GroenLinks mengawali perundingan tanggal 29 Maret.

Sejak awal sudah ditandaskan bahwa pandangan antara empat partai besar itu sangat berbeda, tapi keempat partai mau berusaha serius untuk sepakat. Minggu lalu Schippers sempat mengatakan, dirinya berharap akan mencapai kesepakatan sebelum musim panas.

Senin ia mengatakan, masalah kebijakan imigrasi merupakan kendala besar. Soal imigrasi ini tidak ada prinsip yang sama antara empat partai. Schippers tidak tahu apakah di bidang lain ada kesamaan. Menurut Schippers kebijakan tentang iklim dan perbedaan penghasilan juga merupakan topik-topik yang sulit

Namun Schippers mengatakan, semua pihak sudah bekerja sangat keras, tapi perbedaan pandangan antara mereka terlalu besar. Ia menambahkan, bahwa para perunding sudah berupaya untuk mencapai hasil sebanyak mungkin. Menurut Schippers juga, memang ada kesepatakan dalam hal tertentu, tapi persetujuan baru bisa tercapai kalau kesepakatan di semua hal tuntas.

Informatur Schippers sudah memberi tahu ketua Parlemen Khadija Arib tentang hal ini. Ia akan menyampaikan laporan akhir secepatnya.

Para perunding sendiri semuanya kecewa atas kegagalan ini.

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Gitar dari Bandung Masuk Pasar Belanda

Dubes RI, Agung Wesaka Puja bersama musisi Belanda

Gitar kualitas tinggi buatan Bandung, Indonesia, masuk ke pasar Belanda dan Eropa sebagai hasil kerja sama antara perusahaan Belanda Homestead/Nehem International dan PT Genta Trikarya dari Bandung. Peluncuran produk tersebut dilakukan di Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag ditandai dengan penyerahan gitar akustik dari Duta Besar RI, I Gusti Agung Wesaka Puja, kepada gitaris legendaris Belanda, George Kooymans, yang lama dikenal sebagai personil dari Golden Earring, musisi Henny Vrienten yang terkenal dengan group band Doe Maar serta musisi Boudewijn de Groot, di hadapan beberapa media massa setempat, tanggal 11 Mei 2017.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI menyampaikan kerja sama antara Homestead dan PT Genta Trikarya merupakan contoh kolaborasi yang sangat baik antara dunia usaha dari Indonesia dan Belanda. Kehadiran gitar kualitas tinggi Indonesia juga semakin membuka mata masyarakat di Belanda bahwa Indonesia menawarkan produk-produk jadi berkualitas tinggi sebagaimana gitar yang diproduksi di kota Bandung tersebut. “Tak hanya itu, kolaborasi melalui kerja sama produksi instrumen musik ini juga diharapkan semakin mendekatkan people-to-people relations antar kedua bangsa, mengingat musik adalah bahasa universal,” tambah Dubes Puja.

Tiga musisi Belanda, George Kooymans, Henny Vrienten dan Boudewijn de Groot yang saat ini tergabung dalam group band Vreemde Kostgangers, setelah memperoleh gitar produksi Indonesia langsung melakukan uji coba dengan memainkan lirik-lirik lagu mereka yang mendapat sambutan hangat pengunjung. “Mooi,” ujar ketiganya sambial mengamati ketiga gitar yang secara khusus dirancang untuk masing-masing musisi.

Robin van de Poll dari Homestead menyampaikan bahwa kolaborasi ini di awali dari keingintahuannya yang besar atas gitar kualitas tinggi produksi Indonesia yang diulas di majalah terkemuka bagi penggemar gitar. Setelah itu, pada tahun 2012, Robin van de Poll mengunjungi secara langsung perusahaan gitar di Bandung. “Meskipun awalnya bukan untuk tujuan bisnis, namun awal tersebut bergulir menjadi ide untuk mengembangkan produk gitar kualitas tinggi untuk pasar Eropa,” ujar van de Poll.

Sementara itu perwakilan perusahaan gitar Indonesia yang berbasis di Bandung, PT. Genta Tri Karya, Awan Nasution, melalui video conference di sela-sela program, menyampaikan kebanggannya bahwa gitar produksi mereka diminati oleh musisi papan atas Belanda.

Produk dari Homestead Guitars dibuat di Bandung dengan menggunakan bahan dasar kayu Indonesia seperti Javanese Rosewood, Javanese Mahogany dan Makassar Ebony. Homestead Guitars akan dipasarkan tidak hanya di Belanda, namun juga ke negara-negara Uni Eropa lainnya.

Sumber: http://www.indonesia.nl

Dipublikasi di Berita | Tag , , | Meninggalkan komentar

Acara Bakar Lilin untuk Indonesia oleh Masyarakat Indonesia di Belanda

Sama seperti di Indonesia, masyarakat Indonesia di Belanda juga akan menggelar acara bakar lilin menunjukkan keprihatinan akan situasi di tanah air. “Mari kita berkumpul bersama menyatakan dukungan kita terhadap negara kita Republik Indonesia.” Demikian terbaca di flyer yang diterima redaksi beritabelanda.com

Acara yang juga disebut 1000 Lilin Untuk Indonesia ini antara lain akan digelar hari Sabtu pukul 20.00 di Damrak, Amsterdam. Bagi yang mau berpartisipasi di Amsterdam bisa menghubungi: Jacqueline Vandayantie di nomor +31646444213. Acara serupa juga akan digelar di Den Haag dan Groningen.

Namun yang sudah pasti akan digelar juga di Utrecht. “Kami yang jengah dan prihatin akan situasi politik dan sistem peradilan di Indonesia ingin menunjukkan dukungan terhadap saudara-saudara kita di Indonesia dengan aksi spontan: Menolak Bungkam.” Demikian tertulis di flyer yang disebar luar oleh Rina Sitorus. Acaranya antara lain nyanyi bersama, bakar lilin, membaca puisi dan lain-lain.

Acara yang di Utrecht ini diselenggarakan hari Minggu tanggal 14 Mei pukul 19.00 di Stadshuisbrug plein, Stadhuisbrug, Utrecht. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Vita Stekelenburg di nomor +31-648948457 atau Lee Boschker di nomor +31 655936623

Para peserta dimohon mengenakan pakaian hitam, membawa lilin, poster, cemilan dan lain-lain.

Meski dua flyer itu tidak menyebut secara harafiah, namun acara ini tak pelak lagi berkaitan dengan vonis 2 tahun penjara terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beberapa saat silam.

Dipublikasi di Berita | Tag , , , | Meninggalkan komentar